cerita tentang remah-remah

Jumat, 22 Juni 2012

Semarak Wiladah Sayyidah Fatimah (Liputan Publikasi Yayasan Al Muntadzar Jakarta)



(Tulisan ini dimuat di Majalah bulanan Itrah terbitan Islamic Cultural Center Jakarta Edisi Juli)

“Aku Wanita Quraisy, aku tidak akan membantumu melahirkan, aku tidak akan membantumu melahirkan....”
“Aku Maryam, aku akan membantu mu melahirkan.”

Dialog sederhana dan pengucapan polos yang diekspresikan anak-anak dibawah 10 tahun lewat operet detik-detik kelahiran putri tercinta Rasul itu mewarnai serangkaian peringatan Wiladah Sayyidah Fatimah sa di Yayasan Al Muntadzar Jakarta Barat. Operet yang diperankan 7 anak itu mengundang tawa hadirin yang jumlahnya diperkirakan mencapai 400 orang.
Acara bertema “Meraih Kesempurnaan Wanita Sempurna Sayyidah Zahra” tersebut dilaksanakan Sabtu Malam (13/5) dengan serangkaian acara yang melibatkan anak-anak binaan Madrasah Az Zahra Yayasan Al Muntadzar. Anak-anak usia 5-15 tahun ini tidak hanya menampilkan operet, tapi juga tari Saman yang telah dimodifikasi sehingga kental aroma cinta pada Sayyidah Zahra., pembacaan ayat Suci Al Quran bersama-sama, pembacaan Hadist Kisa dan juga ceramah tentang keutamaan Sayyidah Zahra dari Ibu Hudallah, guru sekolah Lazuardi yang menambah pengetahuan masyarakat umum yang hadir di majelis yang penuh berkah tersebut.

Turut hadir juga Muhammad Ali Rabbani, Duta Besar Iran Atase Kebudayaan yang memberikan ceramah tentang tingginya derajat wanita dalam Islam. Dalam ceramahnya Ia mengatakan, “Islam memberi kesempatan kepada kaum wanita untuk mencapai kesempurnaan. Maka Sayyidah Fatimah merupakan contoh nyata kesempurnaan wanita. Sehingga Rasul begitu menyayanginya bukan hanya karena Ia adalah anaknya, melainkan karena Ia adalah teladan nyata bagi semua wanita.”

Di akhir acara juga ada pembacaan doa Ziarah kepada Sayyidah Fatimah dipandu oleh Anas Malik selaku pemimpin Yayasan dan Ali Rabbani. Sebelumnya, Sulis Zehra secara khusus hadir untuk mengajak hadirin bershalawat di Wiladah wanita mulia ini dalam lagu-lagu indah khas Cinta Rasul seperti Ya Zahra, Ya Thoibah, Ya Alfassalam dan Dzikir Anak.
“Dalam acara wiladah ini, hadirin diharapkan lebih mengenal putri Rasul yang mulia yang lebih pantas untuk diidolakan daripada orang lain”. Tutup Ida Rosita selaku ketua pelaksana kegiatan ini.

(Syahar Banu)


Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.