cerita tentang remah-remah

Jumat, 22 Juni 2012

Dialog Tasyayyu' dan Ahlussunnah Wal Jamaah


Suatu hari, seorang teman yang meyakini bahwa aku adalah seorang Tasayyu' (Kesyiah-syiahan) bertanya, "Walau aku tidak pernah mendengarmu melaknat para sahabat, tapi aku pengen nanya kamu, kenapa orang Syiah itu suka melaknat sahabat?"


Aku menjelaskan kepadanya fatwa dari Imam Ali Khamenei tentang larangan melaknat tokoh2 yang di hormati oleh Ahlussunah Wal Jamaah. Apabila Ia masih mendengar ada orang Syiah yang masih melakukan laknat secara terang2an, itu bukan Syiah yang baik dan tidak pantas diperhitungkan sebagai Syiah karena tidak mematuhi perintah Ulama nya yang telah mencapai level Mujtahid.

Lagi-lagi, teman ku memancing, "Lalu, kenapa kaum Syiah membenci Sahabat?"

Karena sudah bosan dengan perdebatan antar mazhab yang seringkali menimbulkan perselisihan emosional daripada menemukan kebenaran, akhirnya aku menjawab, "Tidak membenci, hanya saja berkata sesuai keadaan yang sebenarnya. Kamu tahu Abu Thalib Paman Rasul kan?

"Tahu." Jawabnya singkat.

"Bisakah kamu berkata bahwa Abu Thalib meninggal dalam keadaan Muslim dan dicintai Allah beserta Rasulnya seperti anggapan Kaum Syiah terhadapnya?" Tanyaku.

Teman, "Tidak bisa, Bagaimanapun, ada banyak sekali riwayat di sisi kami menyebutkan bahwa Abu Thalib itu Meninggal dalam keadaan Kafir."

"Kalau begitu, kamu pasti tahu perasaan kaum Syiah terhadap para Sahabat2 tertentu. Bagaimanapun, kami memiliki riwayat2 yang mengatakan bahwa Sahabat-sahabat tertentu tidak dapat digolongkan sebagai sahabat yang baik."

"Aku tahu Abu Thalib sangat baik, sayang sekali Ia Kafir. Tapi kan Sahabat di Mata Syiah tidak pernah baik dan beberapa mengatakan sahabat Kafir."

"Apa bedanya? Meninggal dalam keadaan Kafir telah menghapus kebaikan Abu Thalib sehingga disebut kan bahwa Rasul SAW tidak dapat menyelamatkannya dari api neraka walau Rasul mencintainya."
Kompleks Haram Imam Khomeini

Hening, aku melanjutkan, "Hanya saja, Aku belum pernah mengetahui bahwa ada Ulama dari sisi Sunni yang memfatwakan pelarangan sebutan kafir pada Abu Thalib. Sebutan Kafir pada Abu Thalib ada di buku-buku pelajaran sejarah Islam untuk sekolah dasar sampai ke tingkat perguruan."

"Maaf. Aku menghormati pendapat kalian, hanya saja, aku tidak tahan para Sahabat di caci maki." Katanya.

"Aku juga minta maaf bila aku atau ada orang Tasayyu' lainnya yang tidak mencerminkan akhlak sebagaimana Tasyayu' seharusnya." Kataku. Dalam hati , aku mengingat ucapan Imam Khomeini tentang Tasyayyu'.



Imam Khomeini berkata,"'Tasyayyu’ adalah aliran revolusioner dan penerus agama Muhammad SAW, begitu pula pengikutnya yang selalu menjadi bahan (obyek) teror para pengecut dan penjajah."





Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.