cerita tentang remah-remah

Kamis, 26 April 2012

Ahmadinejad dan orang miskin di Iran


Dapet Video ini dari timeofisrael.com.
Ini link nya http://www.timesofisrael.com/iranians-rush-ahmadinejads-car-to-complain-about-poverty/

Ketika Ahmadinejad berkunjung ke Bandar-Abbass (Kota yg terletak Sebelah selatan dekat pantai Iran) pada 10 April 2012. Seorang penduduk lokal yang tua berteriak, "Ahmadinejad!!! Saya Lapar", Ahmadi Nejad Terus tersenyum dan melambaikan tangannya. Lelaki tua itu terus berteriak untuk didengar, Terlihat Ahmadinejad mencondongkan tubuh untuk mendengar lelaki tua itu dan orang2 menyodorkan kertas yang dugaanku adalah surat untuk Ahmadinejad.

Tiba-tida datang seorang wanita yang langsung naik ke body mobil kepresidenan dan naik ke atap dekat sekali dengan ahmadinejad, Wanita itu telah berusaha dihalau pengawal Ahmadinejad dengan menarik kakinya, tapi wanita itu semakin naik ke atap mobil.
Wanita itu mengeluh tentang keadaan ekonomi Iran (Nggak ngerti bahasa parsi nya cuma baca statement dari Time of Israel), Ahmadinejad tampak mendengarkan dan wanita itu pergi lewat belakang sang presiden.

Media Israel menampilkan video ini di Channel 2 news tentang betapa miskinnya Iran sampai2 ada kakek tua yang berlari2 teriak lapar dan wanita yang nekat naik ke atap mobil sang presiden. Mereka juga menambahkan tentang ketidaksetujuan rakyat Iran thdp kebijakan ekonomi negaranya, Tapi, di Youtube, orang2 justru banyak yang memuji Ahmadinejad karena mau berada dekat sekali dengan rakyat. Bahkan ada yang bilang, "Nice, Its just Nice, dia (Ahmadinejad) benar2 mendengarkan wanita itu walau hanya sekitar 2-30 detik. Kalau wanita itu melakukan itu disini (Kanada) kepada PM kami, Wanita itu pasti Mati"

Jadi, ada 2 sudut pandang, apakah mau memilih sudut pandang Israel atau sudut pandang lain. Aku tidak tahu apakah berita ini juga muncul di media2 Iran tau tidak. Aku hanya membayangkan bagaimana kalau ada snipper jitu menembak dari jarak jauh atau masyarakat yang liar membawa bom bunuh diri di sekitar ahmadinejad, atau bagaimana kalau ada yang membawa pisau dan langsung berlari ke atap mobil dan menancapkannya pada si presiden. Yang jelas Obama atau SBY tidak mungkin 'seceroboh' ahmadinejad yang berada terlalu dekat dengan rakyat dalam kunjungan2 nya.


Syahadah Zahra, Air Mata Cinta

Rumah itu adalah saksi tubuh yang membiru
Tempat mulia, penuh doa cinta
Terampas hakmu duhai Zahra
Dukamu, duka kami duhai putri Al Musthafa

Tanah itu adalah tanah rindu
Tempat mulia pusara cinta
Duka mu duka kami ya Zahra
Syafaati kami yang tercabik dosa ya Zahra

Tangis kekasihmu tertahan di wajah sendu
Mendengar wasiat cinta, keranda rahasia
Malam syahdu dendangkan pilu hak yang terkhianati, berkerudung nestapa
Bercerita tentang kelanjutan jalan Cinta, berlangsungnya Agama Cinta
Para pemuda surga bertanya "Ada apa dengan Ibu kami duhai Ayahanda?"
"Mengapa Ibunda diam mendengar kami duhai Ayahanda?"
"Apakah Ibunda telah menyusul Kakek kami ya Ayahanda?"
"Apakah kami tidak dapat bermain bersama Ibunda lagi Ayahanda?"
"Oh... Setelah dipisahkan dengan Kakek kami, Kami kini berpisah dengan Ibunda"
"Aduhai duka... singkatnya masa terasa bersama Sang Tercinta"
"Raga yang pernah bersama kami berlindung dalam selimut satu persatu telah tiada..."
"Betapa sementara dunia, betapa Fana nya manusia"
"Ibunda pergi menyusul Al Mustafa"
"Duhai Ilahi tempat segala Rahasia... Sumber segala Cinta..."
"Sambutlah kekasihMu, Ibunda kami tercinta yang Kau Cinta"
Sementara airmata menganak sungai membanjiri semesta

Malam kelu nan pilu menusuk sembilu
Hari berkabung para pecinta bertasbih Az Zahra
Sakiti mu sama seperti sakiti rasul Duhai Zahra
Tapi Mengapa mereka membuatmu luka ya Zahra?

Sepi menggelayut malam hantarkan kerandamu
Tanpa iringan, tanpa taburan bunga
Engkau pergi dengan luka di rusuk dan perih hati ya Ummu Abiha
Sholawat kami selalu tertuju padamu Ya Zahra...

Jakarta, 26 Maret 2012
Syafaati fakir ini Ya Zahra...
Syahar Banu

Selasa, 10 April 2012

Pertandingan Kekuatan

Di sebuah hutan belantara, diadakanlah kompetisi mengenai siapa yang paling kuat dan diikuti oleh berbagai macam hewan juga seorang manusia.

Saat peserta kompetisi sudah berkumpul, mereka mulai menunjukkan kekuatannya masing-masing.

Gajah mendapat giliran pertama. "Kawan-kawan, aku akan menunjukkan bagaimana kuat itu. Aku akan merubuhkan pohon yang besar dan tua ini hanya dengan belalaiku". SetelahIah itu Ia melilitkan belalai nya ke pohon itu sambil mendorong dengan kepalanya yang besar. Hanya dalam waktu singkat pohon itu telah rubuh.
Semua hewan bersorak, "Kuat! Kuat! Kuat!!"

Tiba giliran rusa. "Kawan-kawan, aku akan menunjukkan kepada kalian bagaimana kuat itu, aku akan berlari mengelilingi hutan belantara ini hanya dalam waktu 5 menit." Kemudian rusa berlari cepat dan kembali dalam waktu kurang dari 5 manit. Semua hewan berteriak "Kuat! Kuat! Kuat!!"

Harimau maju ke arena pertandingan, "Kawan-kawan, akan aku tunjukkan bagimana kuat itu, aku akan membelah batu besar itu hanya dengan ketajaman kuku-kuku ku." Kemudian Harimau menggoreskan kukunya yang tajam pada sebuah batu besar dan menancapkannya dalam-dalam. Hanya sekejap, Batu besar itu telah terbelah dua, Semua berseru, "Kuat! Kuat! Kuat!!"

Burung gagak beraksi. "Kawan-kawan, aku akan menunjukkan kuat yang sebenarnya. Aku akan mengeluarkan suaraku yang tidak pernah kalian dengarkan sebelumnya."  Gagak mulai berteriak "AAAAK...AKKK...AAAKKK....!!!" Seluruh yang hadir menutup telinganya karena suara gagak yang keras membuat telinga mereka sakit. Setelah gagak berhenti berteriak, seluruh yang hadir berkata, "Kuat!! Kuat!! Kuat!!"

Satu-persatu para hewan hadir menunjukkan kekuatannya. Tibalah giliran manusia menunjukkan kekuatannya. Tubuh manusia yang tampak kecil itu membuat para hewan saling berbisik penasaran kekuatan apa yang akan ditunjukkan oleh manusia. 

Manusia itu maju ke arena, Tanpa berkata-kata sebelumnya, Ia membidikkan sesuatu yang panjang pada gajah yang pertama. Kemudian terdengar bunyi keras memekakkan telinga, setelah itu Gajah tumbang dengan berlumuran darah. Manusia kembali membidikkan pada Rusa, Harimau dan mereka semua yang ikut bertanding tumbang dengan berlumuran darah. Melihat itu, Hewan lain yang menjadi supporter para kandidat terdiam.

Satu-persatu, mereka meninggalkan arena pertandingan hingga tinggal manusia sendiri dengan senjatanya dan hewan yang telah tertembak. 

Senin, 09 April 2012

Max Scheler : Wanita, Fenomonologi dan Cinta


Kehidupan Max Scheler

Max Scheler lahir di Munchen Jerman selatan pada tanggal 22 Agustus 1874. Ibunya Yahudi dan ayahnya protestan. Kecintaannya pada ilmu pengetahuan membuat Scheler kecil yang berusia 15 tahun rela kehilangan harta warisan dari seorang paman Yahudi yang kaya untuk menuntut ilmu di Gereja Katolik.

Kehidupan dan pemikiran Max Scheler tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidupnya yang berliku mengenai karir, wanita dan pergulatan intelektualnya. Walau ia kurang banyak dikenal. Pemikirannya menjadi inspirasi bagi pemikir lain seperti Nicolai Harimann, Dietrich von Hildebrand dan Hans reiner. Ia pernah berkata bahwa “Untuk mengembangkan segala filsafat yang ada dalam diriku, aku seharusnya memerlukan setidaknya 7 wanita”. Kehidupannya yang sering berkaitan dengan wanita membuat para intelektual membuat periodisasi hidupnya dengan kehidupan percintaannya dengan wanita.

Saat belajar ilmu kedokteran di Muenchen, Ia pindah ke Berlin dan Jena untuk belajar filsafat dan sosiologi hingga pada akhirnya di tahun 1893 Ia terpesona dengan Amelie von Dewitz yang Delapan tahun lebih tua darinya dan telah bersuami. Scheler akhirnya berhasil menikah dengan Amelie pada tahun 1989 setelah Amelie bercerai dari suaminya. Setelah itu ia menjadi dosen di Jena dan bertemu dengan Edmund Husserl yang merupakan bapak fenomenologis dan menginspirasinya untuk menemukan metode fenomenologiisnya sendiri. Pernikahan pertama Scheler dan pertemuannya dengan Husserl menandakan periode pertama dalam filsafatnya dimulai.

Namun, karena skandal perselingkuhannya dengan seorang istri penerbit, Ia meninggalkan Jena dan menjadi asisten dosen di Universitas Muenchen berkat bantuan Husserl. Penyebab kepindahan lainnya adalah Amelie yang menceritakan keburukan suaminya kemana-mana sebagai sarana balas dendam karena Scheler telah selingkuh. Mereka bercerai secara resmi pada tahun 1912 walaupun sebenarnya mereka telah berpisah dari tahun 1908. Sebelum resmi bercerai, Scheler pun sudah jatuh cinta lagi dengan Marit Furtwangler yang merupakan adik dirigen terkenal. Sayangnya, pada tahun 1910 Scheler berhenti dari universitas Muenchen dan tidak berhak memberikan kuliah. Selanjutnya, Ia hanya memberikan kuliah di cafe dan restoran untuk para mahasiswa yang mngagumi pemikiran Scheler.

Periode kedua dalam Hidupnya dimulai saat Ia akhirnya menikah dengan Marit Furtwangler dan mulai tinggal di Berlin. Ia hanya hidup dari uang muka yang diterima dari penerbit atas penulisan bukunya. Dalam periode ini, Ia berhasil menulis 3 buku tentang sentimen yang berjudul Das Ressentimen im Aufbau der Moralen, edisi pertama dari Wesen und Formen der Sympathie (Hakikat dan bentuk-bentuk Simpati) dan terutama karya nya yang terkenal Der Formalismus in der Ethik die Matrealie Wer Ethik dalam bidang etika.

Kehidupannya yang jauh dari gereja membuatnya merasa bahwa moment perang dunia 1 pecah di tahun  1914 adalah saat yang tepat untuk kembali pada kehidupan rohani yang telah lama ditinggalkannya. Ia mulai memberikan ceramah dan pengabdiannya membuat ia mendapatkan kesempatan baru setelah Perang Dunia 1 berakhir. Setelah Walikota Koln, Konrad Adenauer membuka lagi universitas Koln, Scheler diangkat menjadi profesor di Institut Ilmu-Ilmu sosial dan mengajar etika serta teologi Keuskupan Agung Koln.

Ia berhasil membuat Karya a.l Die Wissensformen und die Gelllschaft (Bentuk-bentuk Pengetahuan dan Masyarakat), Die Formen des Wissens und der Bildung (Bentuk-bentuk Pengetahuna dan Masyarakat), Von Ewigen im Menschen (Tentang Abadi dalam Manusia). 2 karya terakhir tersebut merupakan karya filosofis nya.

Pergolakan hidupnya dengan wanita kembali dimulai saat Ia mulai mencintai Maria Scheu walau tetap mencintai Marit dengan pernikahan yang bahagia. Ini disebut periodisasi ketiga dalam hidupnya. Ia terpaksa meninggalkan Marit saat Maria mengancam akan meninggalkannya. Tidak hanya berpisah dari Marit ditahun 1924, tapi Ia juga berpisah dari gereja tahun 1922. Dari pengalamannya itulah, Ia mengungkapkan hal fenomenal “Wanita sempurna harus mengkombinasikan 4 sosok: Ibu, kekasih, biarawati dan pelacur”.

Ia meningggalkan Koln dan pindah ke Frankfrut dan arus pemikirannya berubah menjadi pantheisme. Ia berfikir bahwa ada dualisme antara roh yang mengerti tetapi tidak berdaya dan dorongan ingstingtual buta yang menentukan kelakuan kita. Ia meninggal pada 19 Mei 1928 karena serangan jantung dan dmakamkan di Koln dalam sebuah upacara Katolik


2.       Pemikiran Max Scheler

Seperti yang disebutkan diatas, pemikiran fenomonologis Scheler banyak terpengaruh oleh gurunya Edmund Husserl. Menurut Husserl, filsafat jangan bertolak dari segala macam teori, prinsip pengandaian, keyakinan dan sebagainya. Melainkan harus memperhatikan apa yang nyata-nyata memperlihatkan diri dalam pemikiran kita. Yang memperlihatkan diri adalah fenomen. Sang filosof senantiasa was-was jangan sampai fenomen yang muncul menampakkan diri didistorsi oleh pikiran, kepercayaan, prasangka dan prinsip-prinsipnya. Ia harus menghindari generalisasi dan kesimpulan yang terlalu cepat. Yang perlu adalah mengumpulkan semua kekhasan dan keunikan fenomen yang dihadapi.

Dengan itu, Scheler belajar untuk menghindari berfikir reduktif yang dengan gampang mengembalian kenyataan yang satu pada kenyataan yang lain. Metode ini juga disebut “Dogma” dalam filsafat bahwa intuisi harus sama dengan pengetahuan indrawi. Namun, intuisi tidak diartikan menurut konsep apriori kita.

Scheler tidak murni mengikuti Husserl karena Ia mengembangkan metode Fenomonologisnya sendiri. Beginya, pendekatan fenomonologis adalah memperhatikan semua aneka sudut dan warna pada segala macam kenyataan. Metode Schelen adalah enbelen yang bisa berarti penghayatan segar terhadap pengalaman. Kebenaran bukanlah hasil pikiran atau pertimbangan, melainkan harus dicari dengan membuka diri. Atas dasar keterbukaan terhadap kenyataan yang menyatakan diri itu lalu sang filosof berefleksi dan mencoba untuk memahami lebih dalam.

Etika filsafat Scheler adalah tentang manusia, persona, agama dan Tuhan yang berakar dalam sebuah pengalaman dasar, pengalaman akan nilai. Buku tentang Etika nya adalah Der Formalismus in der Ethik die Matrealie Wer Ethik (Formalisme dalam Etika dan Etika Nilai Material. Percobaan baru Pendasaran Personalisme Etis) pada tahun 1913. Ia adalah lawan pemikiran dari Kant dan Nietzhe.

Kant Berfikir bahwa moralitas seseorang bersifat Formalisme. Karena bergantung pada situasi dan kondisi , tidak Mutlak. Sebuah perbuatan baru bernilai Moral kalau tindakan itu adalah berbentuk murni karena merupakan kewajiban. Scheler membantah hal tersebut karena menurutnya apa yang Kant pikirkan tersebut bukanlah hakikat moralitas yang sebenarnya. Sebuah tindakan berbilai secara moral karena merupakan kewajiban. Melainkan merupakan kewajiban karena bernilai secara moral. Nilai mendahului kewajiban. Inti moralitas bukanlah kesediaan untuk memenuhi kewajiban, melainkan kesediaan untuk merealisasikan apa yang bernilai. Sehingga untuk dapat mengusahakan nilai-nilai moral, manusia tidak perlu diperintahkan karena manusia dengan sendirinya tertarik oleh apa yang bernilai. Nilai menjadi pusat moralitas.

Nilai itu sendiri adalah kualitas atau sifat yang membuat apa yang bersifat bernilai jadi berniai. Nilai tidak sama dengan yang bernilai. Apa yang bernilai menjadi wahana Nilai. Apa yang bernilai menjadi pembawa atau wahana nilai. Apa yang bernilai adalah kenyataan dalam hhidup kita. Karena tindakan dan perbuatan itu bisa saja tidak ada.

Nilai merupakan tindakan apriori. Keberadaannya tidak bergantung pada apakah perbuatannya ada atau tidak. Nilai kejujuran tidak bergantung dari adanya orang jujur. Nilai itu sendiri mendahului segala pengalaman walau suatu tindakan tersebut bernilai. Scheler menyebut etikanya sebagai Etika Nilai Material. Jujur, vital, enak, adil, indah, kudus dan semua nilai yang kita langsung tau “apanya”. Sedangkan kalau kewajiban akan jadi tidak dimenegerti karena kita tidak tahu apa yang wajib kita lakukan. Kant tidak melihat bahwa Nilai mendahului segala pengalaman dan tidak tergantung dari sebuah konteks dan bernilai apriori serta mutlak.

Pandangan Scheler juga berseberangan dengan Nietzhe yang berpandangan relativisme pada etika. Nietzhe berfikir bahwa nilai tidak diciptakan, melainkan ditemukan.  Nilai memiliki objektivitas yang sama dengan hukum logika. Manusia bisa saja buta nilai atau tidak menyadari sebuah nilai, tetapi nilai itu tetap “ada”.

Scheler menilai bahwa nilai itu tidak dapat dipikirkan, tetapi hanya dapat dirasakan. Itu merupakan pendapat Scheler yang benar-benar baru. Filsafat barat jarang membicarakan tentang rasa. Karena biasanya akan kalah antara pengetahuan rohani dengan pengalaman indrawi. Merasa bukan merupakan hasil dari pengalaman Indrawi, tapi merupakan suatu yang khas dimiliki manusia. Dengan itu Scheler membuat sumber pengetahuan yang baru berupa apriori emosional. Objek Indrawi ditangkap, konsep dipikirkan tetapi nilai dirasakan. Ia menilai bahwa perasaan sebagai keadaan subyektif kita sendiri.

Max Scheler juga mengembangkan nilainya tentang persona dan cinta. Dengan persona manusia berbeda dengan binatang karena binatang buta akan nilai. Manusia yang juga merupakan makhluk ingstingtual akan menyadari betul arti dari nilai dan mengetahui juga apa yang pantas diusahakan mana yang tidak. Ia tidak mengambil sikap tentang dorongan-dorongan buta dan semakin terbuka oleh nilai-nilai rohani. Roh membebaskan manusia dari penentuan dunia karena Ia menghubungkan dengan alam ideal kebenaran dan nilai-nilai. Di belakang penghayatan nilai mesti ada persona yang memungkinkan tatanan alam tentang nilai itum yang di tingkat kerohaniawan menjamin kesatuan dunia dan membuat mungkin bahwa persona-persona saliang memahami. Yaitu Allah.

Persona tidak dapat identik dengan sesuatu karena persona dapat diketahui dari luar. Tetapi kita dapat masuk ke dalam hati persona itu membuka diri dalam cinta. Itulah sebabnya hanya orang yang mencintai yang dapat mengerti orang lain karena hanya dalam cinta masing-masing saling membuka. Hanya orang-orang yang betul-betul mencintai kita seperti Ibu, kekasih, atau sahabat yang betul-betul mengenali kita. Karena cinta membuka mata hati.

Bagi orang yang mencintai, alam nilai akan membuaka diri dan nilai menjadi tajam. Cinta menyatukan tindakan manusia dengan nilai-nilai. Scheler memahami bahwa persona sebagai makhluk yang berhasrat dan mampu untuk mencintai. Hasrat terdalam manusia adalah masuk kedalam keselarasan dengan cinta persona asali. Yaitu Allah. Ia menolak menyatakan bahwa cinta kasih adalah sublimasi nafsu. Cinta bukan mau merebut melainjan mau memberikan. Cinta adalah gerakan naik dari nilai-nilai rendah ke nilai-nilai tinggi yang semakin menyatakan diri.

Sentimen membuat kita buta terhadap tataran nilai yang sebenarnya. Ia menganalisis bahwa sentimen sebagai peracunan dari jiwa. Apapun yang keluar dari hati orang yang bersentimen menjadi bengkok dan negatif serta penilaiannya akan terkena distorsi. Sentimen juga mengancam keutuhan batin seseorang. Manusia menjadi baik apabila Ia memilih nilai yang tinggi. Namun kita seringkali memilih nilai yang rendah. Jika kita bertindak bertentangan dengan hakikat kita sendiri, kita akan berdosa.

Pemulihan sikap terjadi pada penyesalan. Penyesalan adalah kekuatan yang dapat membebaskan kita dari penentuan oleh masa lampau. Ia adalah rasa sakit atas kejahatan yang kita lakukan. Tanpa penyesalan kita telah membuat diri kita menjadi jahat. Penyesalan merupakan kekuatan alam moralitas yang paling revolusioner.

Scheler berpendapat bahwa nilai itu mendahului sebuah kebenaran. Sifat-sifat yang mencerminkan keindahan dan kebenaran adalah sesuatu yang positiif, bukan akibat dari pengalaman melainkan mendahului pengalaman. Orang yang tidak melihatnya disebut Buta nilai. Begitupun dengan anti-nilai yang menunjukkan diri sebagai negatif. Nilai yang muncul dalam kehidupan manusa tanpa melalui pengalaman itu disebut apriori.

Ada 4 gugus nilai yang menjadi perhatian Scheler
  1. Nilai yang menyangkut tentang Badani atau fisik yang menghasilkan rasa nikmat dan sakit
  2. Nilai yang menyangkut tentang kehidupan dan keutuhannya dan tidak berkaitan dengan indrawi dan dirasakan juga oleh manusia dan hewan. Contohnya adalah takut dan berani
  3. Nilai yang menyangkut tentang nilai-nilai Ruhani, orang rela mengorbankan nilai-nilai dimensi kehidupan. Sedangkan Nilai Rohani ada 3 Macam, Nilai estetis, Nilai benar dan tidak benar dan nilai pengetahuan murni
  4. Nilai tertinggi adalah nilai yang tinggi dan yang profan. Sikap yang menjawab nilai-nilai kudus adalah “kepercayaan” dan “tidak mau percaya”. Nilai-nilai lanjutan “yang kudus” adalah benda-benda suci dan bentuk-bentuk ibadat yang terdapat yang terdapat dalam liturgi (Kult) dan sakramen-sakramen.


Sedangkan tinggi rendahnya nilai memiliki 5 kriteria, yaitu :
  1. Makin lama nilai bertahan, makin tinggi kedudukannya
  2. Makin tinggi nilai makin tidak dapat dibagi dan tidak perlu dibagi atau tidak habis dibagi kalau disampaikan pada orang lain
  3. Nilai makin tinggi Ia mendasari nilai-nilai lain dan sendiri tidak berdasarkan nilai makin tinggi kedudukannya.
  4. Makin dalam kepuasan yang dihasilkan oleh sebuah nilai makin tinggi kedudukanya
  5. Makin relatif sebuah nilai makin rendah kedudukannya, Makin mutlak makin tinggi nilainya.

Sedangkan sosok nilai persona telah menghasilkan lima sosok, yaitu Orang Kudus, jeni, pahlawan, tokoh pemikir dan seniman.

Selain itu Scheler juga menghayati dasar pembentukan komunitas yang khas. Scheler membedakan sosok komunitas murni  seperti komunitas keselamatan, komunitas hukum, komunitas budaya dan komunitas hidup yang terbentuk berkat nilai yang kudus dan rohani. Yang kedua adalah komunitas tidak murni, yaitu gugus nilai yang dibentuk demi komunitas kepentingan dan komunitas sasaran.

Manusia mencapai hakikatnya apabila Ia mentransendensi dirinya sendiri. Transendensi itu adalah sifat khas manusia dalam mencapai tujuannya dalam membuka diri kepada Tuhan. Dalam keterbukaan manusia itulah ia menghayati bahwa Tuhan juga akan membuka diri terhadap manusia. Bila manusia beriman, maka secara hakiki Ia harus beribadat dengan agamanya.

Dalam alam semesta, ada 2 kekuatan yang berlawanan, roh dan energi, pikiran dan naluri, keteraturan dan dinamika buta, cita-cita dan alam. Melalui rohnya manusia terbuka pada alam kebenaran dan nilai-nilai. Tetapi apa yang dilakukan manusia tidak ditentukan oleh kesadaran rohani melainkan oleh nalurinya. Hanya dengan seakan-akan memanfaatkan kekuatan naluri dari dalam manusia dapat membawa nilai-nilai kerohanian ke dalam realitas. Roh dan dorongan ingstingtual merupakan dua sifat Yang Ilahi. Dalam perjuangan manusia untuk memenangkan cita-cita roh terhadap dorongan insting, yang Ilahi bergulat mencari perpaduan dua kekuatan itu yang harmonis.

Kritik terhadap Scheler disini adalah, Ia tidak menyebutkan bahwa sebenarnya cinta juga dapat menutupi apa yang sebenarnya terjadi. Bila seseorang sedang menaruh kebencian pada orang lain, maka tidak ada yang terlihat selain keburukan. Sebaliknya, jika seseorang menaruh rasa cinta ke seseorang, maka seseorang tersebut tidak dapat melihathal lain selain keindahan sehingga baik cinta maupun benci memiliki persamaan. Yaitu tidak dapat melihat sesuatu itu sebagaimana adanya,

Daftar Pustaka :

Magnis-Suseno,Franz. 2000, 12 Tokoh Etika Abad ke-20, Yogyakarta: Kanisius
http://plato.stanford.edu/entries/scheler/ Diakses tanggal 5 Maret 2012 Pukul 15.05
http://www.phenomenologyonline.com/scholars/scheler-max/ Diakses tanggal 15 Maret 2012 Pukul 15.10

Anekdot Filsafat : Bulu halus para domba



Seorang Istri yang manja sedang berwisata bersama suaminya yang kaya raya. Di dalam kereta kuda, mereka melihat sekumpulan domba berbulu.


""Sayang, apakah kau tau kenapa domba-domba itu memiliki bulu yang rapi?" Tanya si Istri


"Hmm, menurutku karena sebagian gembala memang mencukuri dombanya agar rapi.


"Ah... aku tidak yakin sayang, mungkin gembala ini hanya mencukur sisi kiri dari gembala ini. Kita tidak pernah tau bagaimana sisi sebelah sebalikinya sampai kita melihat domba-domba itu berbalik."


"Aku akan membayar orang untuk bertanya pada gembala itu bagaimana ia dapat membuat domba itu tampak berbulu rapi."


"Sayang, kau tau kan aku tidak pernah percaya pada ajudan-ajudanmu, Mereka akan membawa lari uangmu lalu pura-pura sudah bertanya pada gembala. Kau tau Betapa banyak orang yang mengincar harta orang kaya seperti kita."


"Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk membuat mu tidak penasaran lagi?"


"Aku pikir kita harus membeli semua domba itu untuk memastikan apakah gembala dicukur di satu sisi atau di seluruh sisi. Setelah memastikan letak pencukurannya, kita harus menunggu sampai beberapa minggu, apakah domba itu semakin lebat bulunya atau tidak. Bukankah baik bila kita sendiri yang harus memastikan?"

Anekdot Filsafat : Feminisme dan Lelaki


Dua laki-laki pembagi kartu kasino merasa bosan menanti di meja judi. Tiba-tiba muncul seorang perempuan yang sangat menarik mendatangi mereka dan bertaruh $ 20.000 pada satu putaran dadu.

"Aku harap kalian tidak keberatan, tetapi saya merasa jauh lebih beruntung ketika saya seutuhnya telanjang".

Dengan itu, dia melepaskan pakaiannya, menggelindingkan dadu dan berteriak, "Ayo sayaang... Aku memerlukan baju baru!!"

Ketika dadunya berhenti, dia meloncat-loncat dan memekik, "YA! YA! AKU MENANG!!! AKU MENANG!!!"

Dia memeluk mereka masing-masing, mengumpulan kemenangan dan pakaiannya dan dengan cepat pergi.

Kedua Pembagi kartu tersebut saling menatap dan melongo. Akhirnya, salah satu bertanya, "Apa yang dia gelindingkan?"

Yang lain menjawab, "Aku tidak tahu, Aku kira kamu memperhatikan"

PESAN :
Setiap wanita yang memperlihatkan daya tariknya punya pertimbangan untuk melakukan suatu hal karena tidak semua wanita bodoh. Tetapi, semua laki-laki adalah laki-laki.

Anekdot Filsafat : Atheis VS Religius


Setiap pagi, seorang wanita yang beriman berteriak di halaman rumahnya "Terimakasih Tuhan atas nikmatMu Hari ini".
Lalu tetangganya yang Atheis akan balas berteriak "Tidak ada Tuhan!!!"

Peristiwa itu berulang setiap hari, dimulai dengan teriakan syukur wanita beriman itu dan bantahan dari si tetangga Atheis.

Sampai pada satu hari, teriakan syukur itu dibarengi dengan permintaan untuk kebutuhan sehari-hari pada Tuhan karena si wanita beriman sedang mengalami kesulitan keuangan.

Lalu, Si Atheis menaruh kantung belanjaan yang berisi kebutuhan sehari-hari di depan pintu wanita beriman itu pagi-pagi buta sebelum diketahui orang. Ia cepat-cepat bersembunyi di semak-semak, Menunggu...

Wanita beriman membuka pintu dan sangat terkejut mendapati ada sekantung belanjaan yang dapat membuatnya bertahan hidup berhari-hari.

Seperti biasa, Ia pun berteriak "Terimakasih Tuhan atas nikmatMu hari ini!!!"

Dengan sigap, Si Atheis keluar dari semak-semak dan berkata "Hahaha... Tidak ada Tuhan.. Aku yang menaruh belanjaan itu.

"Terimakasih Tuhan Kau tidak hanya menjaminku, Namun kau juga membuat Setan membayar belanjaan itu!" Teriak si Wanita beriman sambil tersenyum.

Anekdot Filsafat Empirisme : Penguji dan 3 Detektif

3 orang calon detektif sedang diuji oleh Seorang polisi senior. Salah satu tahap yang harus dijalani calon detektif adalah menguji keterampilan mereka untuk mengenali tersangka. 


Si polisi menunjukkan gambar selama 5 detik pada calon detektif pertama dan kemudian menyembunyikannya. "Inilah tersangkamu, bagaimana kamu akan mengenalinya?"


"Mudah saja", jawab calon detektif pertama, "Kita akan cepat menangkapnya karena Ia hanya punya satu mata."


"Jawaban aneh! itu karena gambar yang aku tunjukkan padamu adalah tampang sampingnya."


Kemudian si Polisi menunjukkan gambar dengan cepat selama 5 detik kepada detektif kedua dan bertanya, "Inilah tersangkamu, bagaimana kamu akan mengenalinya?"


Calon detektif dua tersenyum dan berkata, "Ini akan terlalu mudah ditangkap karena Ia hanya punya 1 telinga."


"Apa yang salah dengan kamu berdua!! Tentu saja yang tampak hanya satu mata dan satu telinga! Karena gambar ini adalah tampang sampingnya!! Apakah itu adalah pemikiran terbaikmu??"


Frustasi dengan tahap ini, Polisi ini lanjut dengan menguji Calon detektif ketiga. Dengan cara dan foto yang sama dengan 2 calon detektif sebelumnya, Ia bertanya"Ini tersangkamu. Bagaimana kamu akan mengenalinya?"


Calon Detektif ketiga mengamati dengan tajam dan berkata, "Tersangka menggunakan lensa kontak."


"Wah, itu jawaban yang menarik!", kata polisi dengan semangat. "Tunggu disini sebentar sementara aku akan mengecek datanya. Aku akan kembali."


Si Polisi pergi ke ruangannya, mengecek data tersangka di komputer dan kembali sambil tersenyum, "Wah... Kamu benar-benar seorang yang jeli, Tersangka memang menggunakan lensa kontak! Kerja yang bagus! Sekarang, coba katakan kepada ku bagaimana kamu dapat membuat pengamatan yang begitu tepat dan teliti?"


"Itu Mudah!" Kata detektif, "Tersangka tidak dapat menggunakan kacamata biasa karena Ia hanya memiliki satu mata dan satu telinga."


*Note
Seharusnya kejayaan empirisme sudah berlalu kawan!

Kepada Himma, Kakak ku!

Masih inget foto ini nggak mbak Himma Mulkiy? Aku pernah mau nuis surat ini , tapi nggak jadi kekirim dan malam ini aku menemukannya lagi. Sekian lama, surat n foto ini ngumpet entah di Flashdisk mana. Ini aku tulis pas aku merasa kesepian di kamar kost. Sekian tahun yg lalu. Bahasanya masih jelek, walau emang bahasaku nggak pernah bagus juga 


---
Halo Mbak, apa kabar? Inget foto ini? Ini pas aku kelas 1 SMA kalau nggak salah ya? Atau kelas 2??
Liat deh, tas batik yang kita pakai sama, cara jilbaban kita sama. Padahal umur kita selisih 4 tahun, tapi tiap kali jalan barengan, orang-orang suka nengok kita 2 kali karena dipikir kita kembar. Ingat kan? Saat itu secara nggak langsung aku merasa 

berwajah tua. hehehe...


Sekarang, disini, aku mau bilang padamu kenapa dulu aku selalu meniru gayamu? Bahkan aku menyukai apa yang kamu suka mulai dari tas merek Eiger, tas kecil batik, merk bedak, type cowok, bentuk kacamata dll? Sadar nggak kalau disaat remaja yang lain meniru Artis Idolanya, aku justru menirumu? 




Karena, aku pikir mbak adalah Tokoh nyata yang keren dan pantas ditiru. Mbak punya temen-temen yang keren (Walau aku sering melihat temen mbak nggak keren, tapi mbak selalu bercerita tentang mereka seolah2 mereka adalah orang2 keren).Dari sana aku mulai belajar menghargai teman. Lihat, sahabatku sekarang banyak kan?

Mbak juga mengajarkan tentang ketulusan yang mungkin nggak pernah mbak baca di buku. Karena mbak emang hampir nggak pernah baca buku. Itu alami sifat bawaan mbak. Tapi beneran lhoh, Mbak selalu keren di mataku. Satu2nya orang yang aku copy gayanya adalah mbak. Walau lama-lama, aku mulai menemukan gayaku sendiri dan menilai, Betapa culun nya aku dulu. Walau sekarang belum modis juga sih... :P tapi aku pikir semua orang akan melalui masa2 culunnya. Termasuk aku dengan model kacamata yang mbak pilihkan dan kita sebut itu keren. hahaha...  Sekarang aku selalu pakai softlens. Dengan merk yang sama dengan mu! (Lagi!)





Aku mencintaimu mbak, walau Ibu suka bilang kalau kita harus siap sendirian apabila kita memegang kebenaran seperti layaknya Abu Dzar Al Ghifari, tapi aku selalu yakin bahwa aku tidak pernah sendirian. Karena mbak selalu ada di pihakku, mencintaiku, membelaku, menemaniku disaat aku merasa terasing. Aku pengen banget, membalas semuanya. Tapi aku nggak bisa. Mbak berbuat terlalu banyak. Tiap kali aku mau baik ke mbak, Mbak selalu balas yang lebih lagi sehingga kebaikan kita tidak pernah berimbang. Mbak selalu lebih banyak, tak pernah capek untuk memberi dan menyayangi.


Aku pengen tiap hari kita ngobrol banyak, tapi seiring waktu, kita sibuk dengan diri kita sendiri. Seiring dengan pencarian diri kita masing2.Seiring dengan kepentingan kita masing2. Aku bahkan kangen saat2 aku mesti terkantuk-kantuk dini hari bareng mbak ngerjain order dompet kertas kado, boneka, celengan dan segala macem yang kita bikin yang hasilnya untuk makan sehari2. Aku juga kangen mesti keliling solo nyari bahan-bahan untuk produksi kita, Solo panas juga yah, tapi aku seneng bisa jalan bareng sama mbak, karna biasanya aku yang nyetir kan? Aku selalu mikirin lho, kalau nggak ada aku, mbak bakalan nyetir sendirian... :((

Mbak, aku, masih disini, dengan cinta yang sama dan semakin besar padamu. Udah bosen sama ucapan "I LOVE U" ku nggak? Inget kapan terakhir aku peluk atau terakhir kali aku nangis di depanmu? Aku cuma nangis karna masalah hidup di depan orang2 yang aku percaya. Dan aku beruntung menaruh kepercayaan ku padamu. I LOVE U Mbak... ♥

Dari Adikmu yang Manja
Syahar Banu

My Quotes Picture

Hell yeah, now i m 1 of the people who addict with Quotes. I write soooo many quotes by my own thinking. And i create some picture to express peoples Quotes. I mean, if i think people Quotes good, i copy their quotes n than make a new picture to express new mood by that quotes.

ps : i know how poor my english. but if u know u r not good enough in the something u need to learn, u should improve your ability. or u ll never tried again... (another quote by me  :P)








This 1 special for Asean Youth Community. I m 1 of Administrator in AYC Fanpages on facebook. please searching my page

Another Quote picture for AYC Fanpages

Minggu, 08 April 2012

Just Saying In the Phone

Percakapan di telpon kemarin sore antara Aku dan Ibu.
"Halo bu...?"
"Ya, halo...?"
"Bu, aku pengen  ngobrol, tapi aku nggak punya topik."
"Oh, kalau gitu Ibu aja yang punya topik, Hari ini ibu... (Mulai curhat panjang)"
Durasi 34 menit karena batre HP ku drop.


Bayangkan bila percakapan itu terjadi pada orang lain yang kita kenal selintas.
"Halo..."
"Ya Halo..."
"Aku pengen ngobrol nih, tapi aku nggak punya topik."
"Trus ngapain telpon? Geje banget deh lu. Cape de..."
Tut...tut... tut... Telpon ditutup sepihak.



Bayangkan bila percakapan itu terjadi antara kita dan gebetan yang sopan dan tau kita suka dia tapi dia nggak suka kita.
"Halo..."
"Ya Halo..."
"Aku pengen Ngobrol sih... tapi aku nggak punya topik."
"emmm... Maksudnya?"
"Ya pengen ngobrol aja..."
"Oh, ya udah ngobrol aja."
*kikuk
"Aku tadi udah bilang kan kalau aku nggak punya topik?"
"Oh... Ya sama. Btw, aku agak sibuk nih, nanti kalau kamu udah punya topik dan aku udah nggak sibuk, aku telpon deh. Bye."
*Telpon putus, langsung Mual, Dia nggak pernah telpon balik.



Bayangkan percakapan ini terjadi antara aku sama orang yang jayus.
"Halo..."
"Ya Halo..."
"Aku pengen ngobrol, tapi aku nggak punya topik."
"Wah, Kebetulan kalo gitu. Hehehe... tapi bukan kebenaran, Disini Adanya Topik Hidayat lagi main badminton karena Topik Savalas kan udah mati gitu lho... hehehe... Jadi gimana? Mau donk di Topikin..."
"Oh... hehehe... Kayaknya aku salah sambung deh, ini bukan Mc Donald Delivery Order kan? Soalnya aku pikir aku lagi ngomong sama Ronald."
*krik.krik.krik... Kali ini aku yang memutuskan telepon.

Note :
Ada yang bisa menyimpulkan?

Jumat, 06 April 2012

If Indonesian students Learning Parsian... T_T


My Friends Ask me, "How about your Parsian?" (He give me a link to study parsian Online about a month ago). I cant give him a good answer because i m learning...nothing.

N then I m affraid if he gimme a test about it. I m still dont know everyhing about parsian. T___T . I m really crazy lazy students... I m sorry, i need a lot of thing to study n do everything all the day. i forget to learning Parsian even i bookmark this link. Ok... lets learning again....

Actually, I m Learning Germany n japanese in the high school. N now, everypeople know My english poor, my arabic nothing, zero parsian, japanese weak, and fool germany. How stupid i m. i know that i m full miracle n also full of blessing  if i still alive in this era. Thx God...
(Just saying mode on)

Here the link to Study Parsian. If u wanna to study parsian, u can click a first link bellow Kitab Awal in the right side link to listening First session of Parsian. Enjoy, lets Learning together...
http://persian-language.org/learning-list.html


Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.