Senin, 09 April 2012

Kepada Himma, Kakak ku!

Masih inget foto ini nggak mbak Himma Mulkiy? Aku pernah mau nuis surat ini , tapi nggak jadi kekirim dan malam ini aku menemukannya lagi. Sekian lama, surat n foto ini ngumpet entah di Flashdisk mana. Ini aku tulis pas aku merasa kesepian di kamar kost. Sekian tahun yg lalu. Bahasanya masih jelek, walau emang bahasaku nggak pernah bagus juga 


---
Halo Mbak, apa kabar? Inget foto ini? Ini pas aku kelas 1 SMA kalau nggak salah ya? Atau kelas 2??
Liat deh, tas batik yang kita pakai sama, cara jilbaban kita sama. Padahal umur kita selisih 4 tahun, tapi tiap kali jalan barengan, orang-orang suka nengok kita 2 kali karena dipikir kita kembar. Ingat kan? Saat itu secara nggak langsung aku merasa 

berwajah tua. hehehe...


Sekarang, disini, aku mau bilang padamu kenapa dulu aku selalu meniru gayamu? Bahkan aku menyukai apa yang kamu suka mulai dari tas merek Eiger, tas kecil batik, merk bedak, type cowok, bentuk kacamata dll? Sadar nggak kalau disaat remaja yang lain meniru Artis Idolanya, aku justru menirumu? 




Karena, aku pikir mbak adalah Tokoh nyata yang keren dan pantas ditiru. Mbak punya temen-temen yang keren (Walau aku sering melihat temen mbak nggak keren, tapi mbak selalu bercerita tentang mereka seolah2 mereka adalah orang2 keren).Dari sana aku mulai belajar menghargai teman. Lihat, sahabatku sekarang banyak kan?

Mbak juga mengajarkan tentang ketulusan yang mungkin nggak pernah mbak baca di buku. Karena mbak emang hampir nggak pernah baca buku. Itu alami sifat bawaan mbak. Tapi beneran lhoh, Mbak selalu keren di mataku. Satu2nya orang yang aku copy gayanya adalah mbak. Walau lama-lama, aku mulai menemukan gayaku sendiri dan menilai, Betapa culun nya aku dulu. Walau sekarang belum modis juga sih... :P tapi aku pikir semua orang akan melalui masa2 culunnya. Termasuk aku dengan model kacamata yang mbak pilihkan dan kita sebut itu keren. hahaha...  Sekarang aku selalu pakai softlens. Dengan merk yang sama dengan mu! (Lagi!)





Aku mencintaimu mbak, walau Ibu suka bilang kalau kita harus siap sendirian apabila kita memegang kebenaran seperti layaknya Abu Dzar Al Ghifari, tapi aku selalu yakin bahwa aku tidak pernah sendirian. Karena mbak selalu ada di pihakku, mencintaiku, membelaku, menemaniku disaat aku merasa terasing. Aku pengen banget, membalas semuanya. Tapi aku nggak bisa. Mbak berbuat terlalu banyak. Tiap kali aku mau baik ke mbak, Mbak selalu balas yang lebih lagi sehingga kebaikan kita tidak pernah berimbang. Mbak selalu lebih banyak, tak pernah capek untuk memberi dan menyayangi.


Aku pengen tiap hari kita ngobrol banyak, tapi seiring waktu, kita sibuk dengan diri kita sendiri. Seiring dengan pencarian diri kita masing2.Seiring dengan kepentingan kita masing2. Aku bahkan kangen saat2 aku mesti terkantuk-kantuk dini hari bareng mbak ngerjain order dompet kertas kado, boneka, celengan dan segala macem yang kita bikin yang hasilnya untuk makan sehari2. Aku juga kangen mesti keliling solo nyari bahan-bahan untuk produksi kita, Solo panas juga yah, tapi aku seneng bisa jalan bareng sama mbak, karna biasanya aku yang nyetir kan? Aku selalu mikirin lho, kalau nggak ada aku, mbak bakalan nyetir sendirian... :((

Mbak, aku, masih disini, dengan cinta yang sama dan semakin besar padamu. Udah bosen sama ucapan "I LOVE U" ku nggak? Inget kapan terakhir aku peluk atau terakhir kali aku nangis di depanmu? Aku cuma nangis karna masalah hidup di depan orang2 yang aku percaya. Dan aku beruntung menaruh kepercayaan ku padamu. I LOVE U Mbak... ♥

Dari Adikmu yang Manja
Syahar Banu

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.