cerita tentang remah-remah

Kamis, 24 Mei 2012

Tentang Malu, Antara Kau dan Aku


Entah suatu hari kita harus bagaimana saat bertemu.


Dulu aku selalu tersenyum malu-malu saat mendapati kau mencuri perhatian dan melayangkan pandang padaku.


Dulu kau tanpa malu-malu mengabarkan pada dunia tentang kebahagiaan atas pertemuanmu denganku.


Setelah sekian lama tidak bersapa, tidak ada kabar, tidak ada pertemuan...


Akankah aku harus malu saat bertemu denganmu nanti sedangkan aku telah mencintaimu dari jauh walau kau tak pernah tahu, karena kau terlalu cepat menghilang.






Akankah kau juga malu saat bertemu dengan ku nanti setelah dulu kau kira telah gagal total menggodaku dan akhirnya kau memilih untuk secepatnya pergi?


Aku telah melakukan banyak hal memalukan disisimu
Kau telah memperlihatkan banyak hal memalukan di depanku
Kita telah melakukan hal memalukan bersama dan kita menertawakannya bersama


Tidakkah kau tahu bahwa aku seorang pemalu yang tak mampu ungkapkan semua lewat kata? Tidak kah kau baca mataku yang telah berkelip jadi jutaan kata?


Aku harus bagaimana...
Aku harus mencarimu dimana...
Aku harus mengatakan apa...
Aku harus pergi kemana...




Ketika segalanya adalah dinding kenangan mu dengan ku
Tentang senyum malu-malu, teriakan tanpa malu, hal yang dipermalukan sedangkan aku tidak dapat berkeluh kesah pada dunia karena dalam kisah kita, malu menjadi hijab sehingga Ia begitu berharga, begitu rahasia, tidak ada seorangpun yang boleh menyentuhnya...


Duhai kekasih...
Dengan atau tanpa malu, datanglah...
Aku disini, dengan senyum malu-malu Namum melangkah tanpa ragu...
Akan menunggumu...


Aku ingin berkata bahwa kau telah berhasil mendapatkan hati ku sejak kau pertama kali mencobanya. Aku harap kali ini tanpa malu-malu dan tanpa perlu mempermalukan diriku...

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.