Rabu, 30 Mei 2012

Mencintai dan Membenci sebagaimana adanya


Ini sebenarnya adalah status Facebook ku tanggal 30 Mei. Karena ada yang nanya, terpaksa aku nulis panjang sebagai Jawabnya. Huuuuh...

Status :
Untuk dapat Mencintai dan Membenci, seseorang harus melalui proses mengenal sesuatu sebagaimana ada nya. Jika tidak, maka apa yg kita lakukan hanya pada taraf prasangka2.
Prasangka,belum tentu benar shg tidak dapat membuat kita berlaku adil dalam tindakan maupun pemikiran.
Jawab :


Mengenali atau membenci, contoh sederhananya :
Misal, saat kamu mau menilai sebuah baju. Kamu akan lihat dari apakah bahannya itu berkualitas atau tidak, jaitannya rapi atau tidak, harganya sesuai apa tidak, warna, motif, dll nya. Setelah itu kamu putuskan bahwa baju itu akan jadi baju kesukaan kamu atau baju yang kamu tidak suka karna kamu telah memiliki pengetahuan tentangnya. Sehingga penilaiannya adalah penilaian yang objektif. 


Untuk mencintai dan membenci seseorang, seseorang perlu mengenali nya. Tentu saja, penilaian orang beda2. Maka standar penilaian adalah bukan lewat personal diri masing2, tapi lewat apa yang di tentukan Allah. Misalnya Allah mencintai orang yang menjaga silaturahminya, maka orang baik adalah orang yang menjaga silaturahmi pada saudaranya. Allah memerintahkan orang untuk sedekah, maka sedekah itu baik, dll sifat2 yang telah termaktub pada kitab suci. Sedangkan penilaian yang subyektif itu seandainya orang berbuat baik pada orang lain, bukan berbuat baik pada kita, kita tidak mau sebut itu pernbuatan baik karena kita tidak memperoleh keuntungan dari perbuatan orang tersebut. Nah, dari kurangnya pengetahuan itu, muncul prasangka, ada prasangka baik, ada yang buruk. 


Sulit bagi kita mengenal betul Allah. Tapi Allah mencintai prasangka baik Kita PadaNya. sehingga lewat prasangka baik kita padanya, walau secara akal belum sampai pada tahap benar2 mengenalnya, maka kita telah dicintaiNya karena dia telah berjanji tidak akan mengacuhkan prasangka baik hambaNya. 


Aduh, capek ngetik... 
Aku bukan mau ngajarin lho, silahkan di koreksi kalau salah. Aku hanya menjabarkan yang aku ketahui. Artinya, aku ingin menyampaikan bahwa aku mengenal betul apa yang aku ucapkan. Dan aku sangat berterimakasih kalau ada yang mau mengoreksi. Gara2 tugas Paper dan Liputan, aku jadi keranjingan nulis. :P Maaf kalau sebagai komentar di Facebook, aku ngetiknya kepanjangan. 

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.