Sabtu, 16 Februari 2013

Para Jagoan Virtual Ku Part 1

Dari kecil aku suka banget nonton kartun atau film-film bertema superhero. Aku merasa suatu hari akan tiba saat nya aku menjemput takdir ku untuk menjadi Superhero dan menumpas monster-monster maupun penjahat di planet bumi. Untuk itu, aku selalu waspada  setiap saat dimanapun karena barangkali secara tidak sadar, hari itu menjadi hari yang sangat menentukan bagi ku maupun makhluk bumi lainnya. Bagaimanapun, misi membawa perdamaian di planet bumi harus di laksanakan!

Ini dia para jagoan ku itu!

Ksatria Baja Hitam RX atau Kamen Rider Black
Lupa, waktu film ini tayang dulu, umurku berapa. Tayang tiap jam 16.00. Biasanya aku harus mandi dulu kalau mau nonton film ini dengan aman, damai dan sejahtera. Karena Ibu ku nggak suka aku mandi terlalu sore. Aku suka banget sama karekternya Kotaro Minami itu. Aku juga suka Motor belalang tempur dan mobilnya. Semuanya Perfect!!

Aku bahkan agak terobsesi dengan KBH ini. Kan KBH kalau berantem itu suka di jurang-jurang berdebu gitu ya. Nah, di deket rumahku yang Bekasi dulu, ada Jurang, deket rumah Haji Asmat yang mirip sama lokasi syuting nya KBH. Aku dan sepupu-sepupu ku yang cowok suka main ke Jurang itu. 

Pas formasinya lengkap gini, keren banget pokoknya!!
Aku juga yakin, kalau di Jurang itu tersimpan ikat pinggang Kamen Rider yang tengahnya bercahaya warna merah itu. Aku benar-benar menyusuri jurang itu untuk menemukannya. Nah, akhirnya aku dan sepupu lihat ada benda merah bercahaya di dalam sebuah lubang. Lupa waktu itu aku liatnya sama mas Ridho atau sama mas Husein. Yang jelas, kabar kalau kemungkinan ada ikat pinggang KBH menyebar di kalangan anak-anak lainnya sampai jadi tontonan. Aku bilang ke ibuku kalau aku pengen banget jadi KBH dan ngedapetin ikat pinggang berharga yang akan mengubahku jadi Kamen Rider itu. Tapi ibu bilang, "Kamu nggak usah main ke Jurang lagi. Itu bukan ikat pinggang Ksatria Baja Hitam. Itu tu mata Ular. Nanti kamu dipatok ular kalau sampai ngerogoh-rogoh ke dalem lubangnya. Bahaya!" 

Aku sih penakut anaknya. Jadi aku nggak jadi menjemput takdir sebagai seorang Ksatria Baja Hitam. Tapi kakak pertama ku, Mbak Indah itu bilang kalau Sepupuku, mas Iqbal (Sekarag udah punya anak 3) dan Mas Hamba (sekarang punya anak 2) itu sampe bawa cangkul buat membuka lubang rahasia penyimpanan ikat pinggang KBH itu. dan... setelah di cangkul.. Itu bukan ular, apalagi sebuah ikat pinggang sakti KBH. Tapi cuma beling yang emang bercahaya kena matahari dikit. Sejak itu, impian jadi KBH pupus sudah. 

Sailor Venus
Menurut ku, Sailor Venus atau Minako Aino itu adalah yang paling cakep dari semua Sailor. Bahkan Sailor Moon atau Usagi itu kalah cakep di banding Minako. Sailor Venus adalah representasi kekuatan cinta dan harapan. Dia cakep, populer, feminin dan berbakat. Bahkan versi live actionnya itu, dia sebenernya adalah seorang artis. Oh iya, Minami ini seragam sekolahnya paling beda diantara temen Sailor lain karena dia dari sekolah yang berbeda. 

Aku suka warna orangenya juga. Bahkan pas pertama kali kuliah dan milih UKM apa yang mau diikutin, aku pilih Parmagz karena warna logonya orange. Dan itu mengingatkan ku ke Minako. Lagian, aku juga cuman bisa nulis ala kadarnya. Jadi sampai sekarang tokoh ini tetep menginspirasi.

Kata Mbak Ima, aku tu lebih mirip sama Usagi karena aku nggak pinter dan cengeng, bahkan gaya nangis ku itu juga mirip sama si Sailor Moon. Tapi aku nggak suka dibilang gitu, Gimana pun aku ini harus ditakdirkan sebagai Sailor Venus yang feminin. 

Impian ku jadi Sailor Venus kandas di tengah jalan karena Ibu ku selalu motong rambut ku dengan potongan pendek ala Lady Diana idolanya itu. Padahal syarat utama jadi Sailor Venus adalah berambut panjang. Bahkan aku nggak bisa lagi pakai pita gede di rambut karena rambutku sependek Lady Di. Ibuku emang penguasa rambut rumah dari dulu. Kita nggak pernah ke salon karena ibuku bisa motong rambut suami dan anak-anaknya sendiri. Sayangnya, motong rambutnya suka-suka Ibu. Menurut Ibu mukaku itu cuman lucu kalau potongan pendek. Padahal mbak Ima dan mbak Umu bisa rambut agak panjang gitu. Tapi aku nggak bisa. Akhirnya, aku tidak dapat memenuhi takdirku sebagai Sailor Venus. Lagian, aku nggak bisa jadi cewek feminin. :((

Liat nih, betapa cakep dan kerennya si Sailor Venus ini! 


Jiban atau Kidou Keiji
Aku suka nonton ini juga, Tapi aku menganggap Jiban seperti seorang teman yang berbakat. Aku suka sama mobil polisi nya itu. Dan bagiku, Jiban adalah sosok temen yang membakar semangat siapa aja yang nonton. Dia soalnya suka nembak musuh sampe bener-bener terbakar habis gitu. Dan dia nggak ngeluh tentang panas nya api. Dia kan pake baju baja gitu ya? Heran pokoknya dia nggak ngeluh-ngeluh. Oh iya, aku juga suka soundtrack lagunya Jiban. Masih inget dikit-dikit lah liriknya. 


Harry Potter
Aku suka semua tentang Harry Potter. Banyak banget ya orang yang suka Potter ini. Bahkan aku sampe beli buku Harry Potter dengan sistem kredit ke Ibuku. Ibuku beliin dulu, tapi aku bayar buku itu nyicil pake ongkos sekolah dan gajiku jualan di Manahan. Dulu kan aku pas SMA kerja Partime tiap hari minggu di stadion Manahan. Nah, dari duit itulah aku bisa koleksi segala tentang Harry Potter. 

Aku bisa baca Harry Potter yang 1200an halaman itu kurang dari sehari dan bisa hafal alur cerintanya. Karena mbak Ima itu nggak pernah sempet baca buku, makanya aku yang cerita full ke dia detail cerita Harry Potter. Temen-temen SMA ku juga pada suka dan pada minjem bukuku gitu. Aku pikir, kalau aku jadi orang baik yang mau minjemin barang ke temen, aku bakalan terpilih sebagai penyihir yang tinggal di asrama Gryfindor!

Aku koleksi majalah-majalah yang memuat Harry Potter. Aku punya Tongkat Sihir 2 Biji. Tongkatnya Harry Potter dan Voldemort. Di Binder, aku juga koleksi gambar-gambar Harry Potter. Kan Internet waktu pas Harry Potter ketiga itu belum ngehitz banget ya. Nah, Pas Harry Potter kelima lah aku akhirnya akrab sama Internet. Bahkan Friendster Layoutku adalah Harry Potter. Segala sesuatunya. Aku hafal juga tentang mantra-mantra dan memimpikannya setiap malam. Dulu, type cowok yang aku suka itu yang rambutnya berantakan dan berkaca mata juga. Pokoknya asal nemu orang kayak gitu aku pasti suka deh. 

Ibuku nggak suka aku ngefans Harry Potter karena itu sihir. Dan Harry Potter katanya udah jadi berhala dalam hidup ku. Tapi aku nggak mau denger! Aku suka dan emang Harry Potter layak buat disukain. Aku berhenti jadi fans berat Harry Potter pas kuliah. Aku mulai berpisah dengan buku-buku Harry Potter dan segala tentangnya. Terganti sama buku-buku filsafat. Hiks... Kalau aku sih sekarang tetep suka Harry Potter, cuman aku mulai nggak akrab sama mantra-mantra nya. Kalau ada yang nyodorin buku Harry Potter lagi, bisa-bisa aku mulai nyandu itu lagi deh. Rasanya Semua orang juga harusnya  udah tahu Harry Potter itu siapa, rumahnya dimana, pacarnya siapa, makanan favoritnya apa.


Dari Harry Potter, aku belajar tentang pentingnya punya sahabat baik yang menemani saat-saat krisis kita. Aku sekarang punya @Rasyidhamied dan @faranira atau Nila sebagai sahabat di Kampus. Sebenernya g cuma itu, ada Shei, Hexo, Erton juga yang aku anggap sebagai sahabat di kampus. Ga tau mereka mau ngakuin aku jadi sahabat apa nggak karena pernah berantem juga sih... :((. Tapi belakangan jarang curhat sama Mereka juga. Hiks... Tapi tetep deket di hati (cuiiih....). Eh Pas SMA, aku punya sahabat @AgustinSoesilo dan Budi. Seringnya sahabatan yg awet itu selalu berformat ala Harry Potter. Mungkin ada magic nya kali. 

Ini Jagoan ku. Mana Jagoan mu???

Jangan lupa lanjutin baca Para Jagoan Virtual Ku Part 2 ya... ^^

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.