cerita tentang remah-remah

Kamis, 29 Desember 2011

Menafsir Sondang

Marlyn Monroe Meninggal akibat Bunuh diri dengan cara overdosis Obat-obatan. Media heboh karena kematian Marlyn Monroe terjadi saat Ia berada di puncak karirnya. Beberapa teori konspirasi menyebutkan bahwa sebenarnya Ia dibunuh oleh orang yang tidak suka dia berkencan dengan orang penting di Amerika. Tapi apapun sebab kematiannya, Yang jelas, Artis kelahiran 1 juni ini masih di kenang karena karya nya yang jadi sumber inspirasi banyak orang. Sampai sekarang masih banyak yang mengidolakan dan masih mempelajari bagaimana menjadi Bintang yang sebenarnya lewat karyanya.

Publik Indonesia mengenal Chairil Anwar. Semasa hidupnya, Ia ditolak sebagai penyair oleh para penyair-prnyair besar. Karyanya tak laku. Gaya hidup nya yang amburadul membuatnya menderita sipilis. Kita tau lah Sipilis itu di derita karena kebiasaan apa. Namun, Justru setelah kematiannya yang tragis, karyanya banyak beredar dan diakui sebagai marter piece dunia sastra Indonesia. Puisi AKU karya nya bahkan termasuk puisi wajib yang ada dalam kurikulum sekolah. Namanya besar setelah kematiannya. Karya nya pun Abadi. Generasi muda belajar darinya lewat karya.

Berbicara mengenai kematian ataupun cara mati, mengingatkan aku pada sebuah film berjudul Freedom Writers yang menceritakan tentang maraknya rasisme di Amerika. Di dalam Film tentang pendidikan dan perdamaian ini diangkat sebuah dialog antara Seorang gru baru di depan ruang kelas yang menjelaskan kenapa meninggalkan karya sebelum Kematian itu penting. "Setelah mati, siapa yang ingat kalian?" Pertanyaan ini membuat seluruh murid yang badung diam dan berfikir. Mereka mengingat temen-temannya yang mati saat perang antar geng.


Pernah mengenal Ahmad Wahib? Lewat tulisannya Ia menjadi seseorang di dunia pemikiran indonesia. Namanya abadi dalam dunia pemikiran Indonesia bahkan ada Ahmad Wahib Award. Kiprahnya sebagai aktivis dan rekam pemikirannya tertampung dalam buku harian yang sampai sekarang kita baca.

Publik Indonesia Desember ini di kejutkan dengan aksi bakar diri seorang mahasiswa bernama Sondang di Depan Istana Merdeka. Pemuda asal Medan yang juga aktifis ini membakar dirinya sendiri sampai tingkat kebakarannya mencapai 90%. Publik pun bereaksi. Menerka ada apa dibalik bakar diri Sondang.

Latar Belakang Sondang yang memang aktivis dan lokasi tempatnya bakar diri menjadi klaim bahwa aksinya pasti karena kecewa dengan kinerja pemerintah yang dinilai gagal. Beberapa kali sondang melakukan demonstrasi bersama rekan-rekan aktivis lain yang hasilnya belum nampak. Tiba-tiba Nama Sondang naik karena aksinya itu. Tak sedikit yang menganggapnya sosok revolusioner, pembawa momen, Pahlawan dan berbagai pujian lain yang di ekspresikan lewat banyak cara. Salah satunya memasang foto Sondang besar-besar di depan gedung MPR DPR.

Sayangnya, Sondang tak meninggalkan pesan apapun. Pacar, sahabat, keluarga juga ikut terkejut dengan aksinya. Ia tidak pernah menulis apapun tentang apa yang ada dipikirannya sampai-sampai ia nekat melakukan hal tersebut. Apakah tindakan tersebut sudah melewati tahapan pemikiran yang matang?


Bagaimana dengan Sondang?

Apabila aku mengeluarkan pemikiran tertentu tentang apa yang dilakukan nya, lagi-lagi aku menjadi seorang penafsir yang akan masuk di kancah polemik seputar aksinya yang fenomenal. Sondang masih meninggalkan banyak tanya. Sondang membuat kita jadi sibuk bertanya dan menafsir. Presiden hanya bekata "Saya prihatin..." dengan kantung mata yang semakin menonjol, mungkin dia juga sama bingungnya dengan jutaan rakyat Indonesia lain. Sondang masih sangat muda..

Mencoba melintas dunia dengan sudut pandang lain, Pernahkah melihat Serial kolosal angling darmo jaman dulu? Di awal episode, istri angling Darmo melakukan ritual pati geni. Ritualpati geni akan membuat pelakunya di sucikan. Hanya orang-orang yang memiliki spiritual tinggi yang dapat melakukan hal itu. Ritual di India pun tak jauh dari Api sebagai penyucian diri. Agama Majusi malah menyembah api.

Intinya, begitu banyak hal yang berkaitan dengan api sehingga terlalu terburu-buru kalau kita menafsir Sondang dengan segala aksinya. Apapun yang menjadi keputusannya akhirnya jadi tanda tanya, yang mungkin tak selesai...

Entah sampai kapan...

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.