Senin, 19 Desember 2011

Kelaparan

Malam ini, jam 2.59, aku terjangkit sindrom kelaparan...

Setelah seharian meringkuk di tempat tidur karna rasa sakit perut tak tertahankan, akhirnya jam 7 malem memutuskan untuk keluar dari kamar karna ada janji sama Halim buat ngerjain tugas IYCS (Indonesia Young Change-makers Summit) yang deadlinenya adalah tanggal 18 desember. Itu Dathline dari Mbak Nadya. Dan ini adalah tanggal 19 Desember. Dengan wajah Innocent, aku melanggar deadline. Fiuuuh...

Sialnya si Halim juga lagi nggak fit. Layaknya orang pesakitan, dia pake nitip sate padang segala yang menunda perjalanan suci ku menuju asrama halim. Sakit perut, jalan kaki lumayan, masih harus memikul beban hawa nafsu nya halim pula...

Perut g enak, pengen ini itu tapi takut perut nolak, akhirnya aku beli pempek kapal selam seharga 8000. Rasanya biasa aja. Dan untung bisa masuk ke perut.

Di Asrama Halim, tiba-tiba aku ditawarin Milo. Tentu saja respon pertama adalah heran. Kok baik banget. Jangan-jangan diracuni nih.

Nggak terlalu salah dugaan. Ternyata Milo itu nggak manis! Dalih Halim untuk membela diri adalah "Punya ku juga g manis..", Padahal kalau punya dia g manis, biarin aja. Yang penting punyaku harus enak. Tapi, baru tau belakangan, itu Milo Arnald yang g tau kenapa menurut kesaksian dari Heri, Arnald punya banyak Milo dan nyuruh temen-temennya bikin Milo. Entahlah, sampai sekarang pihak Arnald belum mengonfirmasi hal itu. Bahkan, Tim pencari fakta belum diturunkan untuk mengendus kasus tersebut. Khawatir dengan orang-orang yang kaya mendadak ketiban dana wisma atlet atau dana century.

Kembali ke soal Milo tadi, Halim akhirnya mengeluarkan gula. Bagi yang kenal Halim pasti sudah hafal kalau Halim ini Higiens addict. Dia nggak mau join makan dan minum apapun sama orang sekalipun dipastikan tidak ada virus hepatitits disana. Dengan egois dia menggunakan sendok nya untuk ngaduk Milo di gelasnya, dan bekas sendok itu akhirnya di serahin untuk gelasku.

Enak Aja!!!


Aku nggak mau dapet sendok bekas orang yang g mau bekas ku. Joko berbaik hati mencucikan sendok bekas pempek ku. Dan aku bisa membuat Milo manis walau encer dengan sendok lain. #sebenernya ini bukan sesuatu yang membanggakan :-/

Kita ngerjain dikit ttg data IYCS. Karena Halim berbicara tentang metabolisme tubuh dan harus tidur jam 10. Tiba-tiba aku berfikir juga tentang metabolisme tubuhku. Dengan gaya hidup yang kacau... Akhirnya Aku mikir juga... Tentang bagaimana mati.

lapaaarrr...


Sakit perut ini telah berubah jadi lapar. Pempek nggak cukup untuk perut kecil yang sebagian besar tenaganya habis di otak untuk berfikir. Terpikir untuk delivery order KFC atau Hokben. Toh punya duit.

Masalahnya adalah...


Dimana alamat kostan ku?


Selama sebulan ngekost disini, aku belum hafal alamat lengkapnya, Aduh Tuhan... Lapar...
Hiks...

Ini adalah keteledoran.

Peruut... Maafkan aku karna aku telah membuat cacing-cacing menangis kelaparan dini hari ini. Aku juga sedih IYCS ini belum selesai juga, Hiks....

Sudahlah...
Karna orang-orang yang membaca ini cuma akan bila

"Sabar yaaaa......"

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.