Selasa, 20 Agustus 2013

Tentang Kata Kepo dan Sekelumit Kebahasaan Kita

Kemarin Mbak Indah, seorang guru bahasa Indonesia sms kira-kira begini, "Kepo itu asal katanya apa sih?".

Aku mikir-mikir, eh iya ya, kalau orang yang berkutat di bidang bahasa Indonesia pasti mikir asal kata dari sebuah kata. Apakah itu sebuah kata serapan, akronim, kata berimbuhan, dll. Karena mengetahui asal kata dapat membuat kita mengerti bagaimana seharusnya menyusun sebuah kalimat yang efektif dan benar atau memfungsikan sebuah kata. Hal seperti ini penting juga untuk para editor di media-media.

Aku jawab SMS mbak Indah itu. Kira-kira isinya gini, "kepo itu bahasa slang, nggak ada asal katanya. Bisa cek di kamus slang malesbanget dot com."

Hari ini, aku cek ke malesbangetdotcom (MBDC), ternyata beneran ada kata KEPO. Berikut ini aku kutip beberapa arti kata KEPO dengan perubahan seperlunya dari situs MBDC.

KEPO versi kamus bahasa slang MBDC adalah :

1. KEPO = Knowing every Particular Object
Sebutan untuk orang yang serba tahu detail dari sesuatu, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat.

Dalam beberapa kasus orang kepo adalah orang yang serba ingin tahu, bisa jadi kayak semacam kecanduan untuk tahu segala hal yang sepele dan itu bisa dia unggulkan sebagai kekuatan orang tsb

Hati hati jika berhadapan dengan orang kepo,
hal yang anda sembunyikan tak lama kemudian akan muncul ke permukaan (rahasia yang bocor)

Ciri ciri orang kepo :
Serba ingin tahu
Kadang sok tahu
Mempunyai mata yang sangat amat jeli dan tajam
Cikal bakal geek (evolusi sebelum orang itu jadi geek)

2. KEPO = Kay-Poh
Kepengen tau. Diadaptasi dari bahasa daerah Hokkian (China)

3. KEPO = KEk POlisi
Sukanya nanya-nanya, kayak polisi aja.

Perkembangan Bahasa
Bahasa dan kosa kata berkembang begitu pesat dan tidak terhindarkan. Di Indonesia, muncul banyak kosa kata baru yang tidak ada di KBBI. Bukan mustahil jika suatu hari, saking populernya, bahasa-bahasa slang kita akan masuk KBBI juga.

Penambahan kosa kata yang populer dalam sebuah kamus baku adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Contohnya adalah kata "Muggle" yang terdapat dalam  buku Harry Potter karya JK. Rowling yang masuk dalam Kamus Oxford versi Oxford Dictionary of English (ODE) yang memuat kosa kata yang akrab di kehidupan sehari-hari manusia dan biasanya bersifat non formal. Kata "Tweeps" khas Twitterland juga masuk dalam kamus ODE yang jadi "kiblat" dalam penulisan bahasa Inggris sehari-hari ini.  Penambahan kosa kata dalam kamus ini menandakan bahwa bahasa akan terus berkembang. Oh iya, kamus Oxford yang memuat bahasa formal dan lebih klasik namanya Oxford English Dictionary atau OED.

Aku sendiri, kurang suka dengan kata "kepo", barangkali karena aku juga bukan orang yang suka mengikuti trend kosa kata gaul dan tidak mau latah karena kata tersebut memang populer di sosial media, terutama twitter. Tapi, jika suatu hari Kepo telah menjadi kosa kata yang mapan dalam bahasa Indonesia, tentu saja kita yang saat ini mati-matian untuk tidak menggunakan kata tersebut akhirnya tidak dapat menahan laju kata itu dan mau tidak mau ikut mengucapkan. Barangkali, ini adalah bagian dari fenomena bahasa yang memang terjadi di setiap jaman.

Jadi jangan heran kalau akhirnya, guru bahasa Indonesia yang lulusan S1 bertahun-tahun lalu (Misalkan, Mbak Indah ini lulusan S1 Sastra Indonesia pas aku masih SD atau SMP) dan tidak mengikuti perkembangan bahasa populer atau bahasa slang jadi tidak tahu apa arti, asal kata, ataupun penggunaan dari sebuah kosa kata baru. Bahkan, aku pun kadang harus mengerutkan dahi dan googling supaya memahami sebuah kosa kata baru yang lahir dari peradaban populer, apalagi yang berasal dari gegap gempita sosial media. Perkembangan jaman memang selalu menuntut kita untuk terus belajar. 

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.