cerita tentang remah-remah

Minggu, 02 September 2012

Hotel

Seorang Lelaki muda  tampan yang menjabat sebagai President di sebuah Hotel mewah jatuh cinta kepada gadis Pegawai negeri yang bekerja di Departemen Pariwisata. Dimulai dari insiden tidak menyenangkan, pura-pura jadi suami istri, bertengkar, dan akhirnya merencanakan menikah. Drama percintaan yang tidak begitu panjang bak sinetron Indonesia ini ada di Drama Korea berjudul "Lie to Me". 

Seperti kebanyakan drama Korea, pemeran utama tokoh lelaki di gambarkan sebagai lelaki  sempurna. Tampan, kaya, pintar, bijak dan romantis! Sebagai Presiden sebuah Hotel Mewah bernama World Hotel, sang Presiden (Hyeon Gi Jun) bisa melakukan apapun untuk menyenangkan hati wanita pujaan (Gong Ah Jong). Wanita nya juga cantik dan berkarakter unik seperti ceroboh, tulus dan cuek. Memang rata-rata tipikal drama korea begitu. Scene-scene romantis yang Mahal bertaburan di drama ini. Pikiran ngawurku melihat itu berfikir, apa ada di dunia ini bos Hotel yang Muda tampan dan belum menikah? Memang kalau udah nemu mau diapain coba?



Selain jalan cerita dan pemainnya, keunggulan drama Korea ini adalah sangat mempromosikan produk-produk Korea.World Hotel sendiri adalah Jaringan dari Lotte World yang tersebar di seluruh dunia. Tau Lotte Mart kan? Nah, jaringannya itu. Ada dialog yang menjelaskan tentang kekayaan World Hotel ini. Liat situsnya World Hotel deh. Selain mempromosikan World Hotel beserta produk-produknya, drama ini mempromosikan Samsung S3 yang super canggih dan Muaahhall itu. Hampir seluruh pemain menggunakan HP Samsung S3. Di banting-banting, di injek-injek, HP itu tetep aja mulus. Penggunaan HP Samsung S3 juga sangat krusial di drama yang dibintangi oleh Yoon Eun-hye ini. Setiap episode pasti melibatkan handphone yang dijuluki kembaran IPhone ini. 

Perabotan elektronik di rumah para pemeran dramanya juga merk Samsung semua. Landscape Kota Seoul yang modern juga ikut di sorot di bagian-bagian romantis. Drama ini juga menampilkan usaha Korea dalam mempromosikan Jeju Island di drama ini sebagai New 7 wonders saingannya Pulau Komodo. Keindahannya terekspose di dialog para pemain dan pemandangan dari atas. Korea benar-benar membangun image negara dengan baik lewat dunia entertaiment. Bagaimana kabar sinetron Indonesia???


Drama ini cukup merebut perhatianku liburan lalu karena tidak memiliki banyak pilihan untuk mencari hiburan murah di Solo. Liburan selalu membuatku tidak punya uang karena tidak bekerja -__-". Aku dapat drama ini karena secara tidak sengaja menyalin data milik tetangga kamar kostan yang penggemar film sebelum pulang ke Solo. Adanya drama ini membuatku cukup senang menghabiskan waktu liburan. Bahkan aku sering Rerun Drama ini lagi.

Oh iya, kalau yang penasaran sama drama ini, bisa di download di LINK INI (LIE TO ME DOWNLOAD).


Beberapa kali memang ada kesempatan bertemu dengan para bos hotel, tapi setelah aku amat-amati Bos Hotel yang aku kenal, sosok yang aku temui adalah bapak-bapak tua bermata sipit yang kulitnya sudah layu. Kalaupun Ia punya anak, si anak adalah tipe anak muda yang hura-hura karena sudah terbiasa berkecukupan. Hah... Hopeless.

Kita ganti scene dulu ke tanggal 30 Agustus kemarin.

Tanggal 30 Agustus lalu, aku mengunjungi Wedding Exhibition di Solo Grand Mall. Penting bagiku mengunjungi acara semacam ini karena usaha keluara di Solo adalah penyedia souvenir pernikahan. Memiliki hubungan baik dengan para Wedding Organizer dan segala atribut pendukungnya adalah salah satu cara tetap eksis di bisnis souvenir. 

Setelah bertanya-tanya di beberapa stand kue, gedung, dan baju pernikahan, sampailah kami (Aku, Mbak Himma dan Kak Hilda) di stand Solo Paragon. Solo Paragon ini adalah Resort, Hotel dan Mall baru di Solo, lokasinya di Kota Barat. Aku belum sempat ke sana. Tapi rupanya Mall baru ini jadi tempat rongkrongan Mbak Himma dan Kak Hilda sampai akhirnya kunjungan kita berhenti di Stand Solo Paragon.

Kita ngobrol dengan Marketing Solo Paragon yang Ramah dan Managernya. Mereka mempersilahkan kita mencicip snack dan minum yang di sediakan dan semua khas Solo Paragon. Aku juga sempat bertanya tentang kemungkinan kerjasama dan mereka menyambut baik hal itu. Karena mereka penyedia Layanan pernikahan juga, klop lah kalau ngobrol. Ada beberapa deal yang dirahasiakan untuk kepentingan bisnis juga. :)

Kenapa aku tertarik? Karena Paragon itu Hotel bintang 4 tapi Tarif wedding Package nya tidak begitu mahal. Karena menikah di rumah itu sangat repot dan capek. Biaya nya juga puluhan juta. Belum lagi kalau ada kesalahan teknis karena Human Error para panitia yang belum profesional. Tentu saja, menikah di Hotel itu salah satu pilihan yang bagus. Ada juga Hotel yang menawarkan biaya lebih murah. Belum banyak yang tahu, biaya menikah di Hotel relatif lebih hemat daripada resepsi di Rumah sebenarnya. 

Setelah ngobrol dengan Manager dan Marketingnya, aku jadi semakin mantap merintis bisnis ini. Wedding Organizer! Sedikitnya, aku sudah belajar membuat event. Tidak semua event yang aku handle sukses. Ada juga yang hancur. Tapi sudahlah... Aku harus mencari seseorang yang akan menikah untuk aku bantu urusan pernikahannya. Adakah? 




Normalnya, wanita single seperti ku (Bukan Jomblo. Baca perbedaannya disini : Beda Jomblo dan Single) biasanya langsung memimpikan indahnya pernikahan diri sendiri. Atau, keinginan untuk menikah lebih cepat. Masalah pernikahan, mungkin saat aku umur 24 atau 25. Sekarang masih 22 tahun. Bukan menunda, tapi memang belum ada calonnya. Pikiran tentang pernikahan diri sendiri hampir tidak terlintas kemarin. Di pikiranku, selain persoalan bisnis Wedding Organizer ini, aku pikir bagus juga kalau aku ingin.... PUNYA HOTEL!!!

Sejak menonton Drama Lie to Me ini aku jadi lebih lama memperhatikan Hotel. Selama ini aku hanya menginap, menikmati fasilitas mewah atau sekadar lewat hotel saja. Tapi aku mulai memikirkan bagaimana sebuah Hotel terbangun. Aku memikirkan kakeknya Paris Hilton juga yang mengawali karir perhotelannya dari pembuka pintu mobil di Hotel hingga bisa terbentuk Jaringan Hotel Hilton di seluruh dunia. Kalau aku punya hotel, berarti aku bisa menghandle banyak upacara pernikahan di sana. 

Pertanyaannya adalah, Harus Mulai Darimana? Apakah aku akan menemukan partner yang tiba-tiba bilang, "Ayo kita membangun Hotel bersama." . Atau tiba-tiba ada yang bilang, "Menikahlah dengan ku, karena aku akan membangun Hotel." Huft, aku paling takut di tuduh sebagai cewek Matre. Harus bagaimana ya? Kalau aku punya keinginan, aku harus berusaha dengan tanganku sendiri kan? Masak aku harus menunggu seorang kaya raya yang melamarku dan kemudian aku menyarankan hal-hal seperti. "Sayang.... Ayo bikin Hotel." Ah tidak! Aku bukan seorang yang seperti itu. 

Keinginan membangun hotel ini sangat terlintas di pikiran ku akhir-akhir ini. Sampai sekarang, di samping ku masih terjajar brosur Hotel-hotel yang menawarkan paket pernikahan. Aku mulai merencanakan banyak hal terkait proyek ini. Wedding organizer dan Hotel. Walau baru sebatas Ide, saat ini kemungkinan itu begitu real. 

Gila juga membagi keinginan di sini. Tapi sudahlah. Kita lihat saja nanti. Begitu lucu saat ini memikirkan itu karena aku pun belum punya rumah. Huh, sial... Tapi siapa tahu? Ada usulan mau kasih nama apa untuk Hotel Impian ku?

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.