cerita tentang remah-remah

Selasa, 25 September 2012

Derp Tidak akan Pernah Berargumentasi dengan Derpina Lagi

Derp : Orang itu nyebelin banget sih! Dasar nggak punya Etika.
Derpina : Emang definisi etika apa? Kok bilang ngak punya etika?
Derp: Semua orang kan tahu tentang Etika. 
Derpina : Okay, kalau gitu, kamu tahu tentang etika kan karena semua orang tahu etika. Sekali lagi, apa definisi Etika?
Derp : Ya... Etika itu tuntunan moral.
Derpina : Emang Moral itu definisinya apa?
Derp : Kok masih nanya lagi?
Derpina: Jawab aja...
Derp : Sesuai dengan Humanisme
Derpina : Humanisme yang bagaimana?
Derp : Kenapa sih mesti dipertanyakan lagi humanisme nya?
Derpina : Lho, masalahnya, jangan2 definisi antara etika, moral, humanisme antara kamu dan orang yang mengecewakan kamu itu beda, jadi kalian nggak klop
Derp : Humanisme itu ya yang sifatnya kemanusiaan lah. Orang beretika itu harus jadi orang yang bermoral.
Derpina : Ada humanisme ala jaman Abad pertengahan. Ada juga yang humanisme  ala Filsafat Islam. Yang kamu maksud humanisme yang mana nih?
Derp : Kok kamu jadi jauh banget pembahasannya. Aku kan cuma minta dukungan kamu. 
Derpina : Aku kan cuma mempertanyakan, apa ketidaksukaanmu ke orang itu cukup mendasar sampai kamu sebut nggak beretika.
Derp: Jadi kamu nggak mau belain aku? Fine! Kenapa dulu kamu bela aku dan sekarang nggak? Kamu nggak konsisten!
Derpina : Aku konsisten bela sesuatu yang menurutku benar. Dan aku harus tau dalam hal ini kamu menempatkannya benar apa nggak.
Derp : Ah, sama kamu tu emang susah. Lagian, aku kan bukan orang yang belajar filsafat kayak kamu. Itu kan menurut pandanganmu aja bener atau salah.
Derpina : Sama kayak kamu.Itu menurut pandanganmu aja dia menyebalkan dan kamu jadi pemeran yang tidak menyebalkan. Ya kalau gitu, jangan harap minta pembenaran terus dari ku. 
Derp : Wtf...


#silahkan berkomentar bagi yang mengetahui untuk apa percakapan ini di buat. ^^

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.