cerita tentang remah-remah

Rabu, 01 Agustus 2012

4 Tipe Manusia Terhadap Sebuah Karya.

1) orang yang percaya diri dan senang menampakkan sesuatu yang merupakan hasil karya nya sendiri. Ia menerima resiko dengan komentar suka atau tidaknya orang lain dengan karyanya.
Misalnya, ada beberapa pelaku karya Independen yang mau menerbitkan karya nya sendiri dengan biaya sendiri dan tidak peduli dengan pendapat orang lain. 


Tapi perlu diingat, beda tipis antara menerima kritikan-kritikan orang lain dengan tidak peduli dengan orang lain. Kadang ada orang yg tidak peduli dengan kritikan oranglain tapi bergaya seolah-olah dia sedang mendengarkan kritik. 


Bagaimanapun, tidak ada ruginya bergaya seolah-olah sebagai manusia baik yang bisa mendengar kritikan dari orang lain. Karena bila Kritik telah diajukan dan didiskusikan tapi tidak merubah gaya apapun dari sebuah karya, maka sebenarnya Ia mementahkan kritik itu, tapi sebenarnya Ia bertahan dengan ide dan karya nya.


2) Orang yang lebih percaya diri dengan hasil karya orang lain yang seolah-olah diciptakan sendiri olehnya. Ia menerima pujian dari apa yang tidak di ciptakan akalnya sendiri.


Misalnya orang yang plagiat dalam sebuah karya. Mencontek sebuah lagu asing yang di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


Ia tahu betul Karya itu bagus. Ia juga yakin bahwa belum banyak yang tahu bahwa karya nya adalah plagiat sehingga Ia berbuat seperti itu. Kepopuleran orang dengan karya seperti ini akan cepat berakhir. Walau akan tetap ada yang memuji karya itu karena ketidaktahuannya terhadap pembuat karya aslinya, atau memang orang menikmati sebuah karya tanpa melihat siapa yang membuat karya tersebut.


3) orang yang ingin karyanya bisa dinikmati orang banyak sehingga  menisbatkan nama orang lain yang lebih pantas untuk di bubuhkan dalam sebuah karya. Ia khawatir, bila sebuah karya yg indah dinisbatkan pada namanya sendiri, orang tidak akan menganggapnya Indah karena meihat siapa yang menulis, bukan apa yg di tulisnya. 


Misal, ada banyak Puisi "Hafidz" dengan gaya "Hafidz" yang sebenarnya bukan ditulis oleh Hafidz. Orang2 menulisnya dengan Hafidz agar orang mau membacanya dan berkata bahwa puisi itu indah karena apapun yg ditulis Hafidz pasti Indah sekalipun mereka tidak mengerti maksudnya)


4) Orang yang menuliskan apapun di dalam karyanya dengan Anonim. Bisa karena tidak menginginkan popularitas, bisa juga karena ingin cari aman dengan apa yang di ciptakannya.


Misal : Pembuat dongeng masa lampau tidak merasa penting dengan hak kekayaan intelektual. Mereka sudah cukup bahagia apabila dongengnya membawa kebaikan bagi generasi muda. 




Disclaimer :
Jangan di jadikan rujukan Ilmiah, Ini terlintas begitu saja di pikiranku dan aku merasa perlu menulisnya. Aku kurang tahu disiplin Ilmu aja yang mungkin pernah membahas ttg hal seperti ini. Jadi, baca saja ya... Silahkan memberi masukan terhadap tulisan ini jika ada yang keliru. Makasih..

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.