Sabtu, 27 September 2014

Jangan Jadi Kirsten Dunts Selanjutnya



Kirsten Dunts mencuitkan sarkasmenya pada icloud beberapa waktu lalu karena foto pribadinya tersebar di internet. Pizza+Shit di atas bacanya "Piece a Shit".

Pihak Apple selaku pemilik sistem iCloud menolak dipersalahkan dalam kasus ini. Mereka menilai bahwa seharusnya pengguna iPhone yang memanfaatkam fasilitas iCloud menggunakan password yang kuat dan verifikasi dua langkah untuk masuk ke akunnya. Karena Apple merasa sudah menyiapkan pengaturan privasi yang sangat aman. Nat Kerris, juru bicara Apple menyampaikan pada MailOnline bahwa kasus menyebarnya data pribadi tersebut adalah kesalahan dari penggunanya sendiri.

Menyebarnya data pribadi artis Holliwood lewat iCloud belakangan ini seharusnya menjadi peringatan juga bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan data. Jika kamu tidak memakai iPhone, belum tentu kamu juga tidak menjadi korban selanjutnya. Karena pengguna android pun juga bisa tertimpa kesialan yang sama.

Akun google kita didesain untuk bisa menyinkronisaskikan data kita di browser Chrome dengan berbagai macam extention, data bookmarks dan history ke berbagai fitur aplikasi android yang bisa diunduh lewat playstore. Jadi, apa yang kita lakukan di browser Chrome, hampir bisa dilakukan juga lewat android.

Misalnya, dalam kasusku, aku menyinkronisasikan dan memakai fasilitas back up hampir di seluruh aplikasi Android dengan Akun google. Mulai dari hal yang sederhana seperti daftar kontak, Flipboard (Aplikasi pembaca berita online), Pocket (Aplikasi yang bisa menyimpan halaman web dan membukanya secara offline di PC maupun Android. Ada Pocket versi extention di chrome juga yang bisa di sync ke Android kita), Color Note (Semacam Sticky Notes yang bisa back up otomatis via email), P Tracker (Aplikasi penting buat perempuan untuk menandai kapan masa haid, masa subur, ovulasi, dan masalah hormonal lain seperti mood, jerawat, pegal karena haid yg datanya otomatis ter-back up via gmail), galeri yang nyambung sama back up otomatis dari picassa/album privat di g+, dan masih banyak aplikasi lainnya. Karena fasilitas sync inilah, setiap kali ganti android, data yg kita pegang tidak hilang begitu saja. Serasa masih pakai device lama.

Sebelum memutuskan untuk menyinkronisasi aplikasi dengan akun google, sebaiknya baca baik-baik aturannya. Misal, yang paling bahaya untukmu adalah foto pribadi. Maka kamu kudu diperiksa ulang, apakah back up an dari galeri ke picassa itu terupload dengan setting 'only me' atau 'public'? Karena kita bisa mengakses foto pribadi yang tersimpan di galery HP lewat akun g+ juga. Bahaya kan kalau ada foto-foto pribadi kita tersebar di internet cuma karena kita abai mengecek pengaturan dan aturannya dengan baik. Hati-hati juga sama touchscreen yang sering kita tekan tanpa sengaja. Bisa langsung ke klik share kan bahaya.

Kejadian macam Kirsten Dunts, Jennifer Lawrence, Kim Kadarshian dan artis lain yang foto pribadinya tersebar via icloud di iPhone karena ceroboh jangan sampai terjadi di kamu. Iya sih, beberapa dari artis itu memang pernah tampil naked di majalah atau film. Tapi biasanya mereka dibayar dan melakukan itu dengan tujuan komersil kan. Tetap saja, menyebarkan foto pribadi terutama yang vulgar adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Kebanyakan orang memang punya Smartphone, with stupid user.

Di Indonesia, isu internet yang banyak dibicarakan adalah soal pemblokiran (Thanks, Tiffatul Sembiring!). Tapi, di US, isu utama adalah pemerintahnya yang suka ngintip aktivitas pribadi warganya di Internet. Makanya orang yang super hati-hati macam jurnalis Allan Nairm itu merasa lebih aman pakai ponsel GSM biasa yang fiturnya hanya SMS dan telepon sebagai alat komunikasi. Dia juga sering gonta ganti nomer HP untuk menghindari pembajakan data dengan ponsel biasa, HP biasa tanpa fasilitas internet memang lebih aman dari pengintipan daripada smartphone.

Untuk hindari pembajakan, login 2 langkah di google dan kombinasi password yang rumit kudu diupayakan. Nggak kebayang gimana rasanya  kalau udah ganti password secara reguler dan segala keamanan yang lain, tapi masih juga bisa ditembus. Memang sih, selalu saja ada kemungkinan tidak aman di internet. Bisa bahaya jika semua data pribadi disebar orang yang tidak bertanggung jawab. Termasuk jika jadwal haid, pertemuan yang tercatat di kalender, artikel yang kita baca, foto maupun catatan pribadi kita lainnya, malunya nggak ketulungan.

Kesadaran berinternet dan pengetahuan soal smartphone mesti terus ditingkatkan oleh penggunanya. Kalau kamu malas mempelajari devicemu sendiri, mending tunda dulu keinginan punya smartphone. Jangan sampai pertimbangan punya smartphone itu cuma karena gengsi semata. Kudu bisa mengoptimalkan fungsinya. Kalau nggak mengoptimalkan fungsi ya artinya kamu cuma jadi korban iklan dan dibodohi sama industri teknologi. Semahal dan secanggih apapun device kamu, kalau kamunya malas cari tau optimalisasi fungsinya, kamu cuma akan terjebak jadi korban teknologi. 

Kata Arthur Weasley ke anaknya, Ginny Weasley di Harry Potter and the Chamber of Secret, "Jangan pernah percaya terhadap sesuatu yang kamu tidak tahu di mana letak otaknya." Makanya, kamu harus tahu betul sistem kerja smartphone kamu.


Foto : Aplikasi Pocket versi Android

posted from Bloggeroid

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.