cerita tentang remah-remah

Kamis, 01 November 2012

Si Eksistensialis Melankolis itu bernama Kierkegaard

Masalah eksistensi adalah hal yang dibahas dalam filsafat modern. Tokoh utama disini yang tidak boleh dilupakan adalah  Soren Aabye Kierkegaard,  seorang denmark yang melankolis. Perjalanan hidup nya yang dramatis turut menentukan bentuk filsafat nya.

Ia lahir di sebuah keluarga yang religius dan hidup dengan penyesalan masa lalu ayahnya.  Ayahnya meyakini bahwa ia telah dikutuk dari awal oleh Tuhan. Karena anaknya lahir 5 bulan setelah pernikahan dan sebagian besar anaknya meninggal di usia yang belum dewasa.  Kemudian istri nya juga meninggal di waktu yang beruntun.

Kierkegaard menjadi harapan ayahnya agar dapat mengubah kesialan keluarga. Salah satu cara supaya dapat melenyapkan kesialan itu adalah dengan kembali pada nilai-nilai agama yang religius. Atas permintaan ayahnya ia mempelajari teologi di universitas.

Walau belajar teologi di universitas,  Kiergaard yang cerdas justru mempelajari juga filsafat dan seni. Ia tahu bahwa mempelajari filsafat lebih menarik daripada teologi. Akhirnya setelah kematian ayahnya, ia meninggalkan teologi dan berkonsentrasi di filsafat.

Perjalanan hidup yang turut memengaruhi cara berfilsafat nya adalah saat pertunangannya dengan Regina Olsen.  Ia sangat mencintai Regina dan begitupun sebaliknya. Orang-orang berfikir juga bahwa mereka adalah pasangan yang sempurna.

Namun di tengah perjalanan cintanya tersebut, kierkegaard malah memutuskan hubungan perjuangannya dengan gadis yang sudah dikenal nya saat si gadis berusia 14 tahun. Regina yang saat itu berusia 18 tahun patah hati dan mempertanyakan keputusan sepihak Kierkegaard yang begitu saja memutuskan pertunangan. Sampai-sampai ayah Regina juga memohon pada Kierkegaard untuk membatalkan keputusannya. namun kierkegaard tetap kukuh dengan keputusannya.

Menurut Kierkegaard, dalam sebuah pernikahan harus ada kejujuran dan  Antara suami istri. Namun Kierkegaard memiliki beberapa hal yang tidak dapat Ia bagi dengan Regina. Selain itu, karena sangat mencintai Regina, maka Kierkegaard takut suatu hari nanti akan menyakiti Regina. Ia juga khawatir Regina terkena imbas dari kesialan yang selalu menghampiri nya. Sehingga Ia memutuskan untuk memutuskan hubungannya dengan Regina sekalipun Ia sangat mencintai gadis itu. 


Akhirnya ia membiarkan Regina menikah dengan orang lain, seorang pegawai negeri. Bahkan saat Regina sudah menikah dengan orang lain, Kierkegaard malah memohon kepada suami Retina agar diijinkan menjumpai Regina sebagai sahabat.  Tentu saja permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh suami Regina.  Karena itu lah Kierkegaard meminta maaf sepanjang hidupnya pada Regina lewat surat-surat dan karya sastranya, dan ia menjadi semakin melankolis.

Regina Olsen
Sifat melankolis ini sangat terkenal hingga Ia dijuluki orang Denmark yang melankolis.  Julukan ini sangat mengganggu nya sampai Ia berpikir untuk mengganti kewarganegaraan nya dengan menjadi warga Jerman. Namun Ia tidak jadi melakukan itu 

Tesis nya pun pernah menjadi perdebatan diantara profesor yang mengujinya karena lebih mirip sebuah karya sastra daripada karya ilmiah. Namun akhirnya bisa juga jadi sebuah Tesis Ilmiah dengan berbagai pertimbangan. 

Ya... Kira-kira begitu cerita tentang Kierkegaard. Aku bukan penganut Eksistensialisme Kierkegaard. Tapi menurut ku Kehidupan Kierkegaard sangat menarik karena melibatkan wanita. Jarang Filosof yang diungkapkan kisah cintanya sedetail Kierkegaard. Bahkan surat-surat cinta Kierkeegard pada Regina pun masih bisa di baca sampai sekarang. 

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.