cerita tentang remah-remah

Rabu, 16 November 2011

Cerita Seputar Seagames

Di Media Press Center Seagames ada fasilitas Shuttle Bus yang akan membawa para reporter ke venue pertandingan yang akan diliput. Biasanya, dalam 1 bus, ada 1 orang volunteer yang akan ikut mengawal awak media supaya di lokasi mereka nggak nyasar dan memastikan dengan selamat. Lokasinya jauh dari senayan soalnya. Kebanyakan juga, reporter asing yang daftar.

Datanglah Reporter Thailand ke Front desk. Dia bilang , "I want to... cung cung cung cung", sambil memutar dan mengguling2kan jari telunjuk kanan dan kirinya di depan muka ku. 

Aku bilang sambil senyum, "Pardon sir, What do you want?". 

Dia pun mengulang hal yang sama. Kali ini dia menyilang-nyilangkan jari telunjuknya juga dengan kata "cung" yang lebih banyak lagi. Setelah sekian detik mikir, baru ngeh pertandingan hari ini adalah Fencing di Balairung UI. Mungkin Thailand punya bahasa sendiri untuk fencing seperti hal nya orang indonesia menyebut fencing dengan anggar. Jadi ya agak dimaklumi lah kalau dia bingung mau bilang apa.

Setelah ada kesamaan faham itu, daftar lah si reporter ini buat shuttle bus ke venue Fencing yang lokasinya di Balairung UI. Oke fine... Ternyata bahasa internasional yang efektif adalah bahasa tubuh. CUKUP TAHU.

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.