Kamis, 19 Mei 2011

Rabb...

Ilahi...Rabbi...

Aku rela dirasuki dingin asal itu bukan tatapan dingin Mu.
Aku tahan rasakan Panas asal itu bukan panas Murka Mu.
Aku sanggup dahaga asal bukan keterdahagaanku akan kasih sayang Mu.
Aku mampu terhimpit sesak asal itu bukan sesak karena bernafas tanpa Cinta Mu

Dengan Kedurhakaan ku yang seringkali lebih cepat dari ketaatanku padamu
Dengan Kesiasiaan waktuku yang lebih cepat dari Kedisiplinanku berjumpa denganMu di sujud dan Rukuk ku
Dengan Keteledoranku yang lebih cepat dari Dzikirku padamu
Dengan baju kesombonganku yang lebih cepat daripada rasa rendah diri dan lemahku di hadapanMu yang senantiasa mengawasiku

Bahwasanya...
Ketika aku bersyukur, Aku telah abdikan diri untuk mencintai Mu
ketika aku hidup, aku yakin Engkau senantiasa mencintaiku
Ketika aku mati, aku Mengemis mengharapkan CintaMu melebihi ketika aku hidup
Namun kelalaian meliputiku lebih dahsyat dari penghambaanku padaMu tersebut

Aku bermohon padamu, dengan Asmamu yang dijunjung tinggi para Makhluk Langit yang ada di Bumi maupun makhluk yang dulunya di bumi lantas Melangit dengan derajat tertinggi sebagai kekasihMu,
Aku bermohon dengan mengharap berkah dari para kekasihmu yang membentangkan sayap-sayap kesuciannya di hadapan MalaikatMu
Aku bermohon dengan lewat syair yang tak pernah menyamai keindahan dan ketulusan para kekasih Mu yang terhimpun bersama mu
Aku bermohon dengan rintihan yang tak putus sebanyak helaian rambut para bidadariMu nan seharum kesturi

Sungguh kuharapkan dengan segala lemah dayaku..
kerapuhan tulangku...
dari ketakberdayaanku dan segala Keburukanku yang dengan beraninya aku tampakkan di sepanjang umurku dihadapmu...
Kumohonkan dengan segala AsmaMu yang terpuji...

Semoga Ar Rahman dan Ar Rahim mu yang lebih cepat daripada KeadilanMu senantiasa berlaku padaku...

Kepalang Rindu PadaMu,
16052011

Syahar Banu 2017. Theme by Etestheme. Header by Falaqie Nila.