Minggu, 30 Desember 2012

Kepada Segaris Masa


Aku sedang menulis, bisakah kau pergi sejenak dari pikiranku agar sebentar-sebentar aku tidak perlu berhenti mengetik hanya karena sesak nafas mengingatmu?

Aku sedang menulis, bukan tentang kamu. Tapi terlanjur bernuansa kamu karena sejak kehadiranmu, segala sesuatu seolah jadi kamu. Begitu adanya.

Aku sedang menulis. Aku agak tidak suka kau juga suka menulis. Karena berarti akan ada 2 penulis dalam 1 cerita. Sedihnya, setiap cerita pasti berakhir, kita hampir berada di titik itu.

Aku sedang menulis, bukan tentang ideologi berbeda yang sering kita pertentangkan lalu aku menang. Tapi ttg ide mu yang hangat menyelinap di kepalaku.

Aku sedang menulis, Bukan dengan gaya maupun ide mu, tapi saat kau membaca itu, Kau tetap akan berkata, "Ini buat aku kan? Seperti biasanya?"

Aku sedang menulis, tentang dirimu atau bukan, tolonglah.. Jangan peduli lagi.

Aku sedang menulis, tentang bunga-bunga dalam pikiranku. Namun, Kau menyelinap diam-diam dan bilang, "Aku masih bunga di mimpimu kan?". Sial, diamlah!

Aku sedang menulis, Kau tanya tentang apa, aku bilang tentang sesuatu yang manis. Kau terkekeh berkata, "Aku yang tabur gula-gula di jemarimu sore tadi"

Aku sedang menulis, mungkin kau disana melakukan hal yg sama. Aku tidak tahu pasti. Aku hanya mencoba menguji sekuat apa getar rasa kita.

Aku sedang menulis, Aku minta padamu, "Ceritakan sesuatu", Kau tak menjawab. Diammu mengartikan segalanya. Dari sanalah cerita bermula.


Aku sedang menulis, tentang masa lalu yang berduri. Aku pikir, kita harus berhenti saling menyakiti lagi. Kita tidak sedang bermain peran sebagai masa lalu kan?

Aku sedang menulis. Kau bertanya, "Dimana namaku, kenapa tidak ada?" Aku jawab, "Ada di Museum, teronggok menyedihkan, lapuk dan berdebu."

Aku sedang menulis. Kau tersenyum karena kau tahu bahwa aku tidak hanya menulis, tapi aku juga sedang memikirkanmu. Sekaligus!

Aku sedang menulis, tumpukan rindu padamu menggunung setinggi harapan ku atas pesan-pesan yang belum sempat dijawab, atas segala yang belum selesai dan atas kesepakatan yang tercederai. Akhirnya, Selamat malam, masa lalu...

Jakarta, di Penghujung Tahun, 30 Desember 2012.

Sabtu, 22 Desember 2012

Sang Pemahat Kata...


Aku telah mencintai kata-kata selama bertahun-tahun. Aku menyaksikan para pembuat kata memahat berjuta kata di palung jiwa terdalam dan di bukit-bukit pemikiran.  Dengan itu aku tidak dapat melupakan mereka. Nama mereka menjelma bagai anggur klasik yang makin disimpan lama makin lezat memabukkan.

Aku putuskan untuk mengembara dalam pena yang menjadikan kata-kata sebagai senjata untuk berperang dengan pekatnya awan pemikiran,  menjadikannya dermaga harapan para pencari kearifan sambil menghembus kabut berisi doa-doa ke altar sang Raja. Memejamkan mata sambil berharap semoga denting tajam kata-kata yang terpancar kelak dapat berubah menjadi gemerlap bintang, pemandu para nelayan di belantara samudra.

Aku menyadari kehadiran mu di tengah derai kata, dalam ruang persegi yang menggaungkan kata-katamu lebih keras lagi, sampai aku tak kuasa untuk menghindari suaranya.  Kau hadir sebagai percik api yang dihasilkan pedang pemahat mantra yang beradu dengan bebatuan. Ada jejak mu di sana.

Sejak itu aku mencintaimu...

Kau membuat kata-kata dan ide berdansa -menggeliat- bagai api yang merubah sesuatu yang lembab dan hampir sekarat hidup membara lagi di pikiranku. Lalu aku jadikan kata-kata mu sebagai selimut hangat yang tanpanya aku menggigil kedinginan karena rindu. Rindu yang kau ramu sedemikian pintar hingga menjadikan bebukitan “aku-ku” luluh lantak tak berdaya dalam kungkung kabut yang kita sebut itu sebagai kasih sayangmu.

Kau, dengan mudah menjelma jadi merah di setangkai mawar yang menjadikan ia indah di altar para bidadari. Atau kau kadang jadi merah di ujung pedang para ksatria berkepala tegak yang kembali pulang setelah perang yang melelahkan jiwa. Kau adalah dirimu yang membuat semesta “aku-ku” patuh mencintamu dikala kesadaran akan hadirnya cinta ini  berhasil menawan kata-kata dan mengubahnya lebih dari sekedar kilatan mata.

Ketika kau torehkan lekuk garis tawa di relief wajahmu, aku mencintaimu lebih dalam bahkan sebelum kelahiran kata-kata dari muara yang sama dengan derai tawamu. Karena itu, aku memilih untuk berbahagia dengan rasa ini.


Selamat hari pertemuan,
Jakarta, 22 Desember 2012

Berhari Ibu


Di Hari Ibu ini, Ibuku -untuk kesekian kalinya- harus menjalani operasi lagi. Operasi sebelumnya sempat membuat Ibu dalam keadaan koma selama 2 hari di ruang ICU. Untunglah Ibu sekuat harapan nya dalam menjalani berbagai kesulitan. Selama hampir 3 bulan ibu di RS, aku sering mendengarnya menangis, bermanja, merintih kesakitan. Rintihan sakitmu melukai ku juga. Cinta, tanpa komando siapapun, membuat penderitaan kekasih jadi penderitaan kita juga. 

Aku ingat, dulu Ibu selalu bilang bahwa aku harus belajar pakai Higheels. Ibu bilang juga, seorang perempuan itu harus cantik! Harus bisa dandan dan merawat diri, harus bisa tampil feminin. Karena wanita mesti jadi penyejuk mata buat suami kelak. Ibu terus mengulang-ngulang nasehat itu sepanjang waktu dari aku umur belasan sampai duapuluhan karena Aku tidak pernah mau belajar memakai higheels. Aku terus menerus berjalan cepat tanpa kelembutan atau berlari-lari dengan sepatu sport. Hal sederhana yang sangat diperhatikan Ibu dan mengubah hidupku selanjutnya.  Sekarang, aku sudah bisa pakai higheels bu. Tapi, Aku jadi sedih mengingat, Kaki Ibu yang dioperasi berkali-kali itu belum bisa pakai sepatu apapun dalam waktu yang lama. :( 


Ibu juga prihatin kalau aku berjerawat. Ibu selalu sibuk memberikan tips-tips jitu pencegah jerawat yang tidak secara telaten aku ikuti. Mulai dari maskeran teratur sampai makan sayuran. Saran yang cukup sederhana dari seorang Ibu. Urusan perawatan fisik saja sulit sekali melaksanakannya. Padahal itu untuk kebaikanku sendiri, kenapa begitu berat? Apalagi untuk urusan moral, agama, hal-hal baik, belum semua aku laksanakan. Dan beberapa amanah, belum baik aku laksanakan. Maaf ya bu...

Aku mencintai mu bu. Nanti, aku akan berusaha mencari seseorang yang mencintaiku sekaligus mencintaimu supaya cinta ini paripurna. Separipurna cintamu padaku yang belum sempat aku balas.

Selamat Hari Ibu ya bu...
Dari Anak Keempat mu yang cerewet dan tidak pernah secantik dirimu

Syahar Banu

Rabu, 19 Desember 2012

Teman Baru yang Tidak Benar-Benar Baru Membawa Pengetahuan Baru


Beberapa hari yang lalu di tengah derasnya hujan dan dinginnya ruangan ber AC, aku berdiskusi dengan seorang mahasiswa Agama yang berkuliah di luar negeri. Sebenarnya aku belum pernah bertemu dengannya maupun berkomunikasi langsung sebelumnya dengan orang itu. Tapi kita saling mengetahui nama masing-masing begitu bertemu muka. Mungkin karena kita sudah berteman di Facebook sejak lama walau tanpa komunikasi apapun.

Saat itu ia sedang mengurus beberapa administrasi sehingga perlu pulang sebentar ke tanah air. Sedangkan aku ada di tempat itu karena sebuah pekerjaan yang harus aku kejar sampai tempat itu sambil berjumpa dengan seorang teman akrab. Topik kita saat itu macam-macam. Dari mulai politik, teman yang sama-sama kita kenal, filsafat, kebudayaan dan akhirnya kita membahas tentang sufisme.

Saat itu dia bertanya padaku, "Menurutmu, mungkin nggak orang kaya -dengan mobil dan hartanya berlimpah- serta punya istri banyak itu bisa jadi seorang sufi?"

Aku berfikir sebentar. Dilihat dari jenis pertanyaan dan caranya bertanya, jawabannya pasti mungkin. Karena aku pikir Ia akan berbicara ttg hal yang sering salah dimengerti oleh orang banyak dan Ia ingin memberitahuku argumentasinya. Walau sebenarnya tidak yakin dengan argumentasi dalam kepalaku sendiri tentang apa yang memungkinkan seorang bergelimang harta jadi sufi, lebih baik aku memberikan Ia kesempatan untuk menjelaskan. Saat itu aku menjawab dengan singkat dan nada yang menggantung, "Mungkin saja..."

"Iya, betul! Sangat mungkin orang tersebut jadi Sufi. Karena pada hakikatnya, saat Ia tidak memiliki keterikatan dengan hal-hal fana yang Ia punya, maka Ia bisa jadi seorang yang menempuh jalan sufi. Sufi kan tidak selalu memakai baju compang camping dan miskin."

Merasa berterimakasih atas pengetahuan baru itu, aku bercerita gantian padanya -cerita yang aku dapatkan juga dari orang lain-, "Ada kisah tentang seorang sufi yang suka mengenakan pakaian bagus dan mahal. Saat orang mempertanyakan hal tersebut padanya karena orang mengetahui bahwa Ia seorang penempuh jalan ruhani, Sufi yang berpakaian bagus itu menjawab 'aku memakai pakaian bagus dan mahal supaya orang-orang tidak akan pernah mengasihaniku'."

Pelajar itu diam sejenak dan berkata, "Cerita itu sangat dalam dan bermakna."

Aku senang mendengar cara Ia menghargai ceritaku. Aku menebak bahwa  Ia pernah mendengar cerita aslinya berserta tokoh dalam cerita yang sebenarnya bukan seorang sufi anonim. Hanya saja, kebiasaan burukku timbul. Aku sering lupa dengan nama-nama tokoh sehingga cerita itu terpaksa anonim.

Saat itu, hujan belum reda, pembicaraan kita belum benar-benar usai, tapi Taksi dan pekerjaan ku sudah menanti. Kita berpisah dengan salam dan lambaian tangan yang sangat singkat. Terimakasih teman baru yang sebenarnya sudah kenal lama :)

Kamis, 29 November 2012

Kontroversi Euthanasia dalam Etika Islam*


Menurut istilah kedokteran Euthanasia berarti tindakan agar kesakitan atau penderitaan yang dialami seseorang yang akan meninggal diperingan atau mempercepat kematian seseorang yang ada dalam kesakitan dan penderitaan hebat menjelang kemaatiannya. Salah satu jalan untuk melakukan tindakan medis Euthanasia adalah lewat jalur suntikan. Sedangkan Euthanasia secara bahasa berasal dari bahasa yunani “eu” yang berarti baik, dan thanatos yang berarti kematian. Dalam bahasa arab dikenal dengan istilah qatlu ar-rahma atau tasyir al-maut.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa Euthanasia adalah solusi terbaik yang dapat diberikan pada pasien untuk meringankan beban dari penyakit yang tidak dapat di sembuhkan oleh dokter atau digunakan pada pasien yang tidak memiliki harapan hidup lagi. Namun hal ini menjadi kontroversi tersendiri karena ada yang menyebut juga bahwa Euthanasia termasuk pembunuhan berencana yang ilegal.

Kontroversi mengenai Euthanasia ini tidak hanya terjadi di negara teokrasi yang mempertimbangkan dalil-dalil dari kitab suci, namun juga menjadi polemik di negara-negara yang sekuler dan negara non agama yang mempertimbangkan sisi humanisme dan etika sosial pada umumnya. Sehingga tiap negara memiliki aturan tersendiri mengenai Euthanasia. Negara yang melegalkan Euthanasia adalah Belanda, Swiss, Belgia, dan beberapa negara bagian Amerika seperti Oregon. Beberapa negara seperti Jepang dan Korea bahkan tidak menerapkan hukum tersebut secara tegas. Indonesia, Sebagian besar negara bagian Amerika, China, Inggris, dan India adalah negara yang melarang tindakan Euthanasia dan dengan tegas menganggapnya ilegal secara undang-undang.

Contoh kasus kontroversi tentang Euthanasia yang baru saja terjadi adalah kasus Tony Nicklinson. Ia adalah seorang warga negara Inggris yang pada bulan September lalu berbicara pada media mengenai hak nya untuk mati lewat jalur Euthanasia. Sebenarnya Tony tidak dalam keadaan tidak berdaya. Hanya saja, stroke yang menyerangnya 6 tahun lalu telah melumpuhkannya. Sekarang Ia hanya dapat mengontrol matanya dan dengan kesadaran diri dan tidak dapat memaksimalkan fungsi otaknya untuk dapat memberikan perintah pada anggota badannya yang lain untuk bergerak. Ia dapat berkomunikasi dengan Istrinya, Jane Nicklinson lewat sebuah papan yang berisi kata-kata, kemudian Tony akan mengoreksi deretan kata-kata tersebut lewat lirikan mata. Lewat cara itulah, Tony mengemukakan hak nya untuk mati dengan cara yang dipilihnya sendiri karena dokter telah megatakan bahwa tidak ada lagi harapan baginya untuk sembuh. Sehingga Euthanasia dianggap sebagai solusi dari semua penderitaan fisik yang di derita olehnya. Namun hukum pemerintahan yang berlaku di sana belum melegalkan Euthanasia.

Dalam kasus Tony Nicklinson diatas, sekalipun Inggris adalah negara barat sekuler, permintaan Euthanasia tidak serta merta diberikan begitu saja. Ada pertimbangan-pertimbangan lain di sisi hukum, kemanusiaan, kesehatan dan beberapa orang yang mengikuti perkembangan kasus tersebut juga mempertimbangkan sisi agama. Sampai sekarang, Tony masih memperjuangkan keyakinannya bahwa Euthanasia adalah jalan terbaik yang dapat Ia tempuh untuk mengurangi beban rasa sakit yang Ia rasakan dan beban bagi keluarga yang telah susah payah merawatnya saat sakit.

Di dalam negara yang tidak sekuler seperti Iran dan beberapa negara Arab seperti Arab saudi, mesir dan sekitarnya, Euthanasia hukumnya haram karena dianggap sebagai tindakan pembunuhan. Ada sebuah penelitian yang ditulis dalam sebuah jurnal kesehatan oleh dua orang peneliti bernama  Kiarash Aramesh and Heydar Shadi dari Medical Ethics and History of Medicine Research Center, Medical Sciences dan diterbitkan oleh University of Tehran, Iran. Mereka mengatakan bahwa Euthanasia tidak dapat dibenarkan secara hukum dan agama karena berarti sama dengan pembunuhan.

Pertimbangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertimbangan dari sisi Al Quran sebagai sumber dari segala hukum Islam, Fatwa Ulama, dan Kode Etik Islam dalam dunia kesehatan.

Dalam surat Al Isra ayat 33 Allah berfirman “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.”

Surat al Maidah ayat 32, “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain , atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.”

Ayat-ayat tentang larangan pembunuhan ini menjadi dasar hukum awal mengapa Euthanasia dilarang dan hukumnya haram.

Sedangkan dari sisi Fatwa, ulama besar Ahlussunsah (beberapa orang menyebutnya wahabi) dari Saudi Arabia Shaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan Sheikh Bin Baz mengatakan bahwa menghilangkan nyawa seseorang sebelum dia benar-benar mati tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun. Tidak ada yang berhak mengambil sebuah nyawa manusia selain Allah.

Syekh Yusuf Al Qordowi, Ulama Mesir menyatakan bahwa Euthanasia tidak dapat dibenarkan. Namun menghentikan pengobatan medis karena tidak ada lagi harapan untuk hidup dapat dibenarkan. Sedangkan Dr, Muzammi Siddiqi dari Amerika Utara mengatakan bahwa apabila pasien sudah sangat parah dan tidak ada harapan hidup lagi, alangkah tidak bijak apabila seorang dokter memberikan tindakan Euthanasia. Tapi biarlah pasien tersebut meninggal secara alami.

Dari sisi Fatwa hukum mazhab Syiah, Ayatullah Ali Khamenei dan Ayatullah Nuri Hamedani memfatwakan bahwa Euthanasia dengan alasan apapun adalah haram dan tidak dapat dibenarkan.

Euthanasia di sisi kedokteran sudah diperbincangkan dunia sejak dahulu kala dan menjadi kontroversi dimana-mana karena berkaitan dengan masalah etika, hukum sosial dan pandangan agama. Misalnya dalam Deklarasi Lisabon Kuwait tahun 1981, Euthanasia secara kemanusiaan tidak dapat di benarkan. Dokter tidak mudah melakukannya karena di satu sisi para dokter di tuntut untuk meringankan beban pasien. Selain itu, kode etik kedokteran juga melarang seorang dokter untuk menghilangkan nyawa pasien.

Dari semua pertimbangan diatas, Euthanasia secara etika hukumnya haram atau tidak sesuai dengan etika Islam. Apabila pasien sudah sangat parah tanpa harapan hidup, menghabiskan biaya dan tenaga keluarga, maka mungkin jalur yang di tempuh sebagai solusi adalah menghentikan tindakan medis dan membiarkan pasien meninggal secara alami. Bukan di percepat kematiannya. Namun terlebih dahulu, dokter harus memaksimalkan tindakan pengobatan terlebih dahulu dan lewat kesepakatan dengan keluarga pasien. Hal ini ditempuh agar tidak ada yang merasa dirugikan dengan keputusan yang diambil. 

)* Di presentasikan dalam Mata Kuliah Etika Islam tanggal 29 November 2012.
Dosen : Aan Rukmana

Rabu, 28 November 2012

Bahkan, Aku Tidak Bisa Memeluknya Lagi

Minggu ini adalah minggu ketujuh Ibuku di rumah sakit. Seperti yang pernah aku ceritakan di Facebook,  Ibu dan Bapakku kecelakaan motor di daerah Ungaran. Motor yang disetir bapak di dahului oleh truk gandeng kosong yang melintas cepat dan akhirnya terjadilah kecelakaan itu. Bapak lecet dan jatuh bersama motor. Ibuku jatuh dan berpegangan di belakang truk sampai kakinya terseret sejauh 10 meter. Betis kanan terluka parah karena bergesekan langsung dengan aspal sampai hampir tergilas ban. Tulang pinggul juga bergeser.

Ibuku di bawa ke Rumah sakit K*n S*ras. Di operasi, pasang pen dan tindakan medis lain yang aku tidak paham. Yang aku tahu, betis kanan ibu sudah penuh darah dengan perban yang sangat tebal sampai darah merembes ke kasurnya. Terlihat jelas wajah pucat dan ekspresi kesakitan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Aku yang dini hari baru sampai di RS tidak tega melihatnya sepucat itu. Wajah Ibu selama ini selalu segar dengan berbagai perawatan rutin yang semua dilakukannya secara telaten di rumah. Setidaknya, Ibu tidak pernah melewatkan hari tanpa merawat diri. Akhirnya, aku mendandaninya dengan eye shadow, bedak, lipstik dan blush on agar wajahnya segar kembali. Sayang, dokter melarang itu. Karena dokter jadi tidak tahu apakah wajah ibuku pucat atau tidak. Ibuku banyak kehilangan darah. Karena, kalau Ibu pucat berarti Ibuku butuh transfusi darah lagi. Aku terpaksa harus menghapus make up nya.


Setelah 4 hari di K*n S*ras dengan biaya fantastis itu, Ibu dirujuk ke RS Orthope*i Solo. Tindakan medis dari RS sebelumnya di revisi oleh dokter di RS ini. Ekspresi kesakitan ibupun semakin bervariasi. Mulai dari meringis, menggigit bibir, menangis lirih, menangis keras, menjerit, berteriak, mengerutkan dahi, bertawassul pada Ahlulbayt sambil tersengal-sengal dan banyak hal lain yang tidak berhasil aku rumuskan. Ibuku yang tangguh telah dikeroyok begitu saja oleh keterbatasan gerak, rasa sakit, infus, oksigen, transfusi darah dan selang aliran darah kotor di betis. Teringat ucapan beberapa orang di RS saat melihat Ibu, "Mbak, padahal Ibunya cantik, tapi bisa kecelakaan gitu ya." Bingung, bagaimana menanggapinya. Aku hanya menjawab, "Iya" tanpa sadar aku mengiyakan premis yang mana.

Kali ini, saat Ia lemah secara fisik dan psikologis, aku tidak dapat memeluknya lagi seperti dahulu. Semoga kesakitannya adalah jalan-jalan kesabaran yang muaranya  menuju altar cintaNya.

Aku bahkan lupa, berapa kali Ibu harus dioperasi. Masih terngiang jelas saat dokter bilang, "Kemungkinan terburuk Ibu Aminah harus di amputasi, bila infeksinya semakin parah!" Saat itu juga, aku berlari dan menangis di depan rumah sakit, sendirian di sudut gelap yang tidak ingin dilihat siapapun. Sambil mencoba untuk memberitahu kakakku yang lainnya bahwa kemungkinan terburuk itu mungkin akan terjadi. Seorang Ustad yang sangat baik hatinya menelponku untuk bertanya tentang kabar ibuku. Pembicaraan singkat dengannya membuatku jadi lebih kuat. Bagaimanapun, hal-hal spiritual ampuh mematahkan keputusasaan kita tentang sesuatu yang kita cemaskan.

Masa ketakutan tentang amputasi kini sudah lewat. Ibuku, berkat doa kawan-kawan, berhasil melewatinya. Operasi pembersihan Infeksi sukses. Infeksi telah hilang seluruhnya. Alhamdulillah!

Kini Ibu berpindah ke RS lain untuk penanganan selanjutnya, yaitu pencangkokan kulit. Aku tidak ada di sampingnya kali ini. Harapan Ibu dari dulu adalah aku harus menyelesaikan kuliahku sesegera mungkin. Aku tidak bisa menggunakan alasan-alasan heroik untuk meninggalkan kelas perkuliahan demi ibuku. Aku ada di samping Ibuku atau aku ada di Jakarta dengan perkuliahanku, semua karena Ibu, demi Ibu. Tapi aku lebih memilih hal yang menyenangkan Ibu lebih banyak. Yaitu, kuliah dan tetap survive dengan segala keadaannya.

Selalu terdengar, rintih kesakitannya lewat telepon sambil menanyakan, apakah aku sudah makan atau belum, apakah aku punya uang atau tidak, apakah ada masalah atau tidak. Bahkan Ibu sempat meminta maaf karena Ibu berpikir, Ia tidak dapat membantu apapun untukku. Padahal, aku masih bertahan disini dengan segala kondisi yang ada karena doa-doa Ibu yang telah jadi kekuatan tersendiri sehingga bisa melancarkan segalanya.

Ada masa ketika aku sangat berputus asa, tapi bangkit lagi karena menyadari Orang yang aku cintai, Sahabatku, Ustadku, dan teman-teman di Facebook mengirimkan dukungan dan doanya padaku dan pada Ibu untuk kesembuhannya. Ada masa ketika aku begitu gamang dengan apa yang harus aku lakukan bila kondisi terus begini. Bagaimana kalau adik-adikku juga down menghadapi ini? Ada kondisi dimana aku tahu bahwa aku tidak boleh berkutat pada kesedihan, tapi aku tidak tahu caranya untuk "hidup" lagi.

"Kamu itu cewek kuat yu... Sebenarnya kamu tidak perlu siapapun buat bisa maju terus. Kamu cuma perlu keyakinan pada dirimu sendiri kalau kamu bisa menghadapi masalahmu." Kata orang spesial dalam hidupku. Mendengar itu, aku tidak jadi menceritakan apapun padanya, tidak jadi mengatakan jutaan keluhan tentang hidupku lagi. Aku hanya perlu membangkitkan kesadaran bahwa aku tidak tercipta untuk berkutat terus menerus dalam kesedihan sampai air mata memburamkan langkahku dan aku jadi tidak melihat apapun. Aku rasa, aku tidak punya alasan lagi untuk tidak membenarkan kata-katanya dan mewujudkan itu sebagai diriku yang sebenarnya. Mendadak, aku jadi malu pada diriku sendiri untuk mengeluh pada orang lain. Aku malu pernah sempat putus asa. Aku tahu kesedihan ku tidak sebesar kesedihan keluarga suci Nabi SAW, tapi aku tetap saja bersedih atas kesusahanku. Aku tidak ingin kesadaran atas potensi kekuatan diri menguap begitu saja di hantam duka.

Ibuku, mungkin masih akan melalui operasi lagi dan masih dirawat. Kakakku Himma menjaganya selama Ibu di RS. Bapakku kini bisa mengunjungi Ibuku setiap hari. Adikku Mahdi dan Tarel juga di sana. Kakak Pertamaku, mbak Indah dan kakak Iparku Mas Kist melakukan apapun untuk menstabilkan segalanya lagi. Mbak Umu yang baru saja menghadirkan malaikat kecil dalam keluarga besar kami tak henti memberikan dukungan jarak jauh lewat doa-doanya. Ruhi adikku yang terkecil dan 2 Keponakanku yang lainnya selalu menghibur kami dengan kepolosan mereka merespon kabar-kabar kecil dari Ibu lewat telepon.

Segala hal sederhana yang terjadi jadi tampak indah walau Kami semua secara fisik belum dapat memeluk Ibu lagi. Tuhan telah menyayangi Ibuku hingga hanya DIA yang dapat mendekapnya dalam lautan kasih sayangNya di tengah kami. Orang bilang, kerlip indah bintang-bintang hanya akan terlihat jika segalanya gelap. Aku rasa, kami  semua disini, sedang melewati masa-masa menjadi kerlip kecil di gelapnya semesta. Setidaknya, aku dan saudaraku yang lain harus terus berpijar hingga jutaan tahun cahaya. Ibu, kami semua berdoa untuk kesembuhanmu. Ukirlah senyummu hingga rasa sakit malu padamu. Kami Mencintaimu.

Jakarta, 28 November 2012
Pukul 6.29 menjelang kuliah pagi.

Rabu, 21 November 2012

Tanggapan Terhadap Berita Pedoman News Tentang Agama Mayoritas Palestina



Ada yang aneh di berita Pedoman News ini yang membuat saya tergelitik untuk melihat lebih jauh kedalaman beritanya. Saya pribadi cukup skeptis menyimak statement dari dubes Palestina untuk Indonesia yang dimuat di Pedoman News ini. Dia bilang, “Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem.”

Mungkinkah ini kesalahan Pedoman news dalam mengutip atau kekhilafan dari Kedubesnya? Karena statement itu bisa jadi blunder di tengah dukungan kepada Palestina saat ini. 

Setahu saya, sebagian besar penduduk Palestina adalah Muslim Sunni. bisa cek di berbagai situs spt http://bit.ly/WudXpU | http://bit.ly/UfCH1 | http://1.usa.gov/Te6LMs | http://bit.ly/WipBQ3

Kenyataan salah tersebut, ditambah parah dengan statement dengan sumber yang sama “Saya bingung dan heran dengan isu dan teriakan “Allahu Akbar” dari orang-orang terhadap yang terjadi antara Palestina dan Israel padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak ada peran sama sekali untuk membantu kami, nol besar,” 

Jika sebagian besar Penduduk Palestina adalah Islam Sunni, Pejuang Palestina (HAMAS) juga Islam Sunni. Maka, wajar apabila anggapan bahwa hujan peluru di jalur Gaza itu adalah antara Israel Zionist melawan tentara atau negara Islam. Dan sangat wajar jika akhirnya, ada teriakan "Allahuakbar" di tengah Demo pro Palestina terutama dari barisan demo Muslim seluruh dunia. 

Bagi saya, tidak ada masalah apabila memang Solidaritas yang dibangun berdasarkan nilai agama. Karena Agama erat hubungannya dengan nilai kemanusiaan. Ya Karena Palestina Mayoritas Islam, maka Negara Islam harus membantu. Misal, seperti bantuan yang diberikan Iran kepada Palestina. Sebagai Republik Islam berpenduduk mayoritas Islam Syiah, Iran lah yang membantu persenjataan Hamas. Kata Juru Bicara Luar Negeri Iran "Ini merupakan kewajiban semua negara Islam untuk mendukung bangsa tertindas Palestina ketika rezim Zionis Israel menebar kejahatan dengan berbagai senjata yang dimilikinya." http://bit.ly/Q8BeLe. 

Nah... Ngomong-ngomong tentang negara berpenduduk Islam mayoritas, kita mesti bertanya, kemana Arab Saudi? Apakah Arab Saudi tidak melihat keterkaitan antara Pembelaan Palestina dengan kesamaan paham agama? 

Memang, bumi Palestina tidak hanya milik Islam. Masih ada Nasrani dan Yahudi di sana selain Islam. Sehingga seharusnya kita tidak bicara agama Islam melulu bila menyangkut pembelaan terhadap Palestina. Bila kita bicara tentang pembelaan terhadap Palestina, kita juga perlu menebar simpati pada saudara-saudara Nasrani dan Yahudi yang juga jadi korban di sana. Sangat disayangkan juga sih, sampai sekarang belum ada Media yang mengangkat tentang kelompok Nasrani dan Yahudi Palestina bergabung dengan Hamas untuk angkat senjata. Atau memang jangan-jangan memang belum ada gerakannya sehingga memang harus Hamas yang maju di front terdepan? Sehingga membuat unsur Keislaman di Palestina semakin kuat. Yang jelas, Konfliknya di Palestina sana bukan konflik agama. Ada kepentingan politik yang kompleks juga di dalamnya.

Setidaknya, Jika kita punya agama, maka kita harus membawa misi kemanusiaan dimanapun, kapanpun dan untuk siapapun. Jika kita tidak punya agama, setidaknya junjunglah nilai-nilai universal kemanusiaan. Jadilah seperti Corrie yang rela mati demi pembelaannya pada Palestina. Bergabunglah juga dengan penduduk Jepang, Perancis, Inggris dan negara lain yang berdemo menyuarakan dukungannya pada Palestina walau berbeda agama. 

Setiap negara memang memiliki masalah interen nya masing-masing. Tapi kita tidak boleh apatis terhadap kejahatan Internasional pihak Zionist Israel terhadap Palestina. Bisa jadi kejahatan terorganisasi Israel yang di dukung penuh oleh Amerika ini menimpa negara lainnya. Termasuk ke Indonesia. Mari kita memanusiakan manusia. #FREEPALESTINE

--

Pedoman News harus benar-benar bertanggung jawab terhadap dimuatnya berita ini : http://bit.ly/QsR4BW

Kamis, 08 November 2012

How Stupid I am #Love

How stupid I am...
Aku mencintaimu lebih dari yang aku rencanakan sebelumnya. Lebih dalam... Lebih dalam lagi hingga aku sadari bahwa aku sudah ada di sudut tergelap,hingga tak dapat melihat apapun.

How stupid I am...
Aku menyapamu lagi lebih dahulu. Bukankah sebelumnya aku berjanji pada diriku sendiri untuk mengacuhkanmu setelah kejadian itu? Aku terlalu ingin cepat dalam kondisi, “Everything, is gonna be oke” atau “I’m Oke with or without You” atau “So, lets be a friends again” padahal aku tidak benar-benar yakin bagaimana pandanganmu terhadap ku setelah kejadian itu. Apakah kamu sementara ini ingin menghindar? Apakah kamu benar-benar ingin semuanya normal? Apakah Kita benar-benar akan jadi teman lagi? Apakah Kamu masih kikuk bertemu dengan ku? Aduh, aku tidak tahu bagaimana keadaanmu sekarang. Atau aku yang terlalu mencemaskan keadaanmu? Padahal kamu belum tentu benar-benar memikirkannya, barangkali hanya kekhawatiranku saja. 

Aku ingin bertanya padamu bagaimana rasanya berinteraksi denganku lagi? Apakah kamu kikuk? Apakah biasa saja? Tapi bertanya seperti itu sama saja bunuh diri karena kamu pasti akan berfikir bahwa aku masih terlalu memikirkanmu. Aku tahu bahwa aku memang masih terlalu banyak memikirkanmu, tapi tolong, berpura-puralah untuk tidak tahu karena itu sungguh memalukan. Karena hanya aku yang merasa. Bukan kita berdua.

How stupid I am
Aku tahu bahwa hari ini kita akan bertemu. Aku memakai baju yang sama seperti saat kita pergi bersama dulu. Kamu bilang aku cantik dengan baju itu. Mengingat itu, aku melangkah dengan gembira seolah ada pegas di kakiku yang mengajakku untuk melawan gaya gravitasi yang tidak bertanggung jawab tentang hatiku yang jatuh padamu. Ini sungguhan! Aku  memang merasa seperti itu hanya karena kita akan bertemu hari ini.

Saat beberapa menit beranjak dari rumah, aku menyadari bahwa keadaan kita sekarang sudah berbeda. Aku tidak perlu lagi cantik di depan mu dengan baju ini. Akhirnya aku memasuki kamarku lagi dan berganti baju hanya karena aku tidak mau kamu berfikir aku masih berusaha tampil cantik di depanmu untuk menarik perhatianmu. Setelah aku mengganti kostumku, aku menyadari satu hal, mengganti kostum atau tidak itu sama saja. Alasannya satu. Kamu!

How stupid I am
Aku ingin kau berbicara sesuatu setelah perpisahan yang menyesakkan ini. Tapi aku takut bila sesuatu itu malah jadi menyakitkan hati. Sehingga aku berfikir bahwa, tidak perlu berbicara apa-apa. itu baik untuk kita. Karena menyadari bahwa kita tidak bisa bersama lagi itu sudah cukup menyakitkan.

How stupid I am
Aku menulis sesuatu di twitter tentang mu. Berharap kau membacanya dan tahu isi hatiku. Tapi di sisi lain aku terlalu malu kalau kau merasa bahwa tulisan itu memang tentang mu. Tanpa meremehkan kecerdasanmu, aku hanya berharap semoga kau tidak merasa bahwa itu memang tentang mu.

How stupid I am
Aku tidak tahan untuk tidak melirikmu siang ini. Tolong balas lirik aku juga, supaya aku tidak terlalu merasa menderita sendirian dengan rasa kagum sepihak padamu Liriklah aku walau itu secara diam-diam... Walau aku tidak tahu...

How stupid I am
Aku bilang padamu kemarin, “Aku kayaknya sakit, kepalaku pusing...” tanpa mempertimbangkan bahwa mungkin kau tidak peduli lagi. Atau bukan tugasmu lagi untuk membuatku merasa tenang saat sakit. Itu sama saja aku berusaha untuk menarik perhatianmu lagi kan? Huh... Aku juga tidak tahu mengapa kamu adalah orang pertama yang aku beritahu bahwa aku sedang sakit.

How stupid I am
Aku menertawakanmu atas kepolosanmu. Mungkin bagi orang lain, ketidaktahuanmu tentang itu adalah hal bodoh, tapi bagiku menggemaskan. Ingatlah satu hal bahwa segala tentangmu itu menyenangkan. Termasuk ketidaktahuanmu tentang sesuatu yang sederhana. Tapi pasti kamu sudah terlanjur mengira bahwa aku sedang menertawakan kebodohanmu. Maaf...

How stupid I am
Aku mencari namamu di google! Hanya karena merindukanmu dan ingin tahu apa yang sekarang ini sedang kau lakukan. Harusnya aku sudah tidak memikirkanmu lagi kan? Lagipula, hal-hal tentangmu yang seperti itu tidak ada di google.

How stupid I am
Aku berusaha membuat mu cemburu. Padahal belum tentu kau peduli. Padahal bisa saja itu membuatmu semakin yakin untuk terus melangkah pergi.

How stupid I am
Aku tahu bahwa aku bisa membantumu waktu itu. Tapi aku diam saja. Hanya karena aku tidak mau dianggap bahwa aku sedang membantumu melakukan sesuatu hanya untuk mencuri perhatianmu lagi. Padahal dengan diam nya aku, bisa saja membuatmu berfikir bahwa mungkin aku menghindar darimu atau mungkin sekarang aku membencimu.

How stupid I am
Aku berbincang dengan orang lain yang mungkin bisa menggantikan posisi yang kau tinggalkan dulu. Tapi aku menyadari bahwa untuk berpindah, kita tidak perlu membandingkan. Karena segala sesuatunya memang berbeda, kau sempurna dengan dirimu, dengan caramu, dan dengan berperan sebagai dirimu sepenuhnya. Begitupun orang lain.

How Stupid I am
Sampai detik ini, aku masih berfikir bahwa ada urusan yang belum selesai diantara kita. Aku berharap kamu berfikir hal yang sama. Tapi kamu tidak pernah berkata apa-apa lagi.

Masih, 20121108

Selasa, 06 November 2012

Kamis, 01 November 2012

Si Eksistensialis Melankolis itu bernama Kierkegaard

Masalah eksistensi adalah hal yang dibahas dalam filsafat modern. Tokoh utama disini yang tidak boleh dilupakan adalah  Soren Aabye Kierkegaard,  seorang denmark yang melankolis. Perjalanan hidup nya yang dramatis turut menentukan bentuk filsafat nya.

Ia lahir di sebuah keluarga yang religius dan hidup dengan penyesalan masa lalu ayahnya.  Ayahnya meyakini bahwa ia telah dikutuk dari awal oleh Tuhan. Karena anaknya lahir 5 bulan setelah pernikahan dan sebagian besar anaknya meninggal di usia yang belum dewasa.  Kemudian istri nya juga meninggal di waktu yang beruntun.

Kierkegaard menjadi harapan ayahnya agar dapat mengubah kesialan keluarga. Salah satu cara supaya dapat melenyapkan kesialan itu adalah dengan kembali pada nilai-nilai agama yang religius. Atas permintaan ayahnya ia mempelajari teologi di universitas.

Walau belajar teologi di universitas,  Kiergaard yang cerdas justru mempelajari juga filsafat dan seni. Ia tahu bahwa mempelajari filsafat lebih menarik daripada teologi. Akhirnya setelah kematian ayahnya, ia meninggalkan teologi dan berkonsentrasi di filsafat.

Perjalanan hidup yang turut memengaruhi cara berfilsafat nya adalah saat pertunangannya dengan Regina Olsen.  Ia sangat mencintai Regina dan begitupun sebaliknya. Orang-orang berfikir juga bahwa mereka adalah pasangan yang sempurna.

Namun di tengah perjalanan cintanya tersebut, kierkegaard malah memutuskan hubungan perjuangannya dengan gadis yang sudah dikenal nya saat si gadis berusia 14 tahun. Regina yang saat itu berusia 18 tahun patah hati dan mempertanyakan keputusan sepihak Kierkegaard yang begitu saja memutuskan pertunangan. Sampai-sampai ayah Regina juga memohon pada Kierkegaard untuk membatalkan keputusannya. namun kierkegaard tetap kukuh dengan keputusannya.

Menurut Kierkegaard, dalam sebuah pernikahan harus ada kejujuran dan  Antara suami istri. Namun Kierkegaard memiliki beberapa hal yang tidak dapat Ia bagi dengan Regina. Selain itu, karena sangat mencintai Regina, maka Kierkegaard takut suatu hari nanti akan menyakiti Regina. Ia juga khawatir Regina terkena imbas dari kesialan yang selalu menghampiri nya. Sehingga Ia memutuskan untuk memutuskan hubungannya dengan Regina sekalipun Ia sangat mencintai gadis itu. 


Akhirnya ia membiarkan Regina menikah dengan orang lain, seorang pegawai negeri. Bahkan saat Regina sudah menikah dengan orang lain, Kierkegaard malah memohon kepada suami Retina agar diijinkan menjumpai Regina sebagai sahabat.  Tentu saja permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh suami Regina.  Karena itu lah Kierkegaard meminta maaf sepanjang hidupnya pada Regina lewat surat-surat dan karya sastranya, dan ia menjadi semakin melankolis.

Regina Olsen
Sifat melankolis ini sangat terkenal hingga Ia dijuluki orang Denmark yang melankolis.  Julukan ini sangat mengganggu nya sampai Ia berpikir untuk mengganti kewarganegaraan nya dengan menjadi warga Jerman. Namun Ia tidak jadi melakukan itu 

Tesis nya pun pernah menjadi perdebatan diantara profesor yang mengujinya karena lebih mirip sebuah karya sastra daripada karya ilmiah. Namun akhirnya bisa juga jadi sebuah Tesis Ilmiah dengan berbagai pertimbangan. 

Ya... Kira-kira begitu cerita tentang Kierkegaard. Aku bukan penganut Eksistensialisme Kierkegaard. Tapi menurut ku Kehidupan Kierkegaard sangat menarik karena melibatkan wanita. Jarang Filosof yang diungkapkan kisah cintanya sedetail Kierkegaard. Bahkan surat-surat cinta Kierkeegard pada Regina pun masih bisa di baca sampai sekarang. 

Kamis, 25 Oktober 2012

Detik Pertemuan


Suatu hari, aku akan tahu bahwa kau pura-pura lupa atau benar-benar lupa tentang suatu hal di depanku. 

Kita berpapasan tanpa kata, tanpa kilat mata. Begitu saja seolah setiap daun yang jatuh di musim gugur sama artinya dengan daun yang terhembus angin pada musim panas bulan Juli. 


Aku mengingatkanmu lagi bahwa kita pernah berbincang bersama setelah sekian lama kita terlalu malu untuk saling melempar senyum dari seberang meja. Pertemuan kita seperti udara dingin sisa gerimis. Ditemani sepotong roti hangat yang dibagi berdua beserta 2 gelas teh manis panas dengan rasa yang agak mengerikan. Mungkin karena si pembuat teh sudah diserang kantuk tak tertahankan. Saat itu malam juga hampir usai. 

Kita bercerita tentang akhir pekan yang sibuk khas orang kota, tentunya dengan kegiatan masing-masing. Seolah-olah kita begitu sibuk sehingga tidak mungkin kesibukan itu dikorbankan untuk hal lain. Misalnya semacam janji pertemuan rutin kita berdua.

Intinya, kita tidak perlu sering bertemu. Titik.

Tak lama, kita akhiri pertemuan dengan kata terima kasih untuk menunjukkan kesopanan atas waktu yang tersita karena sebuah pertemuan.

Jangan mengira bahwa aku ingat peristiwa itu sampai ke hal terkecilnya karena aku slalu merindukan masa2 itu atau aku terlalu bermimpi untuk terus bersamamu. 

Aku ingat segalanya hanya karena ingatan ku masih bagus. Itu saja! Bukankah kau pernah berkata dengan lugas bahwa kemampuan otak ku adalah salah satu hal yang membuatmu merasa perlu untuk berbicara hal-hal tertentu yang tidak perlu kita bagi pada orang lain atau yang tidak perlu orang lain tahu kadar keseriusannya?

Dengan itu aku memahami cara berfikirmu dalam beberapa hal. Aku tahu juga bahwa kau sempat menduga ada hal lain dibalik itu semua. Sikap-sikap ku padamu belakangan atau senyum yang masih aku lemparkan sewaktu kita berpapasan dan kau membalas senyum dengan gugup sambil mengalihkan wajahmu pada buku yang tidak begitu penting untuk dilirik sebenarnya saat itu. 

Aku tahu bahwa kau sempat berfikir aku menghabiskan waktu semalam suntuk memikirkanmu hingga ada pengulangan-pengulangan terhadap peristiwa di antara kita yang coba kau lupakan. Aku ingatkan kau, bila kau berfikir bahwa aku sedang memikirkanmu, sepertinya kau yang mulai bermimpi macam-macam bung!

Sudahlah, 25 Oktober 2012

Selasa, 16 Oktober 2012

Melangitkan kita

Kau api
Aku air
Kita butuh bejana, lalu menyebutnya cinta
Bejana antara kita adalah perantara membaramu dan gelora didih ku
kau ciptakan asap, aku hasilkan uap

Suatu hari akan sampai masanya kita berdua tiada,
untuk dapat melangit

Kau Api
Aku Air
Dan bejanalah yang membuat kisah kita
Sampai PadaNya

Tengah malam, 131012

Rabu, 26 September 2012

Antara Industri Perbukuan dan si Kambing yang Mencerdaskan Bangsa


Sebut saja namanya Kambing. Sengaja disamarkan agar tidak ada pihak yang menduga2 tokohnya. Pengen pakai istilah kumbang tapi nggak jadi karena inisial itu sudah dipakai oleh para pelaku kriminal di Indonesia. Sekali lagi, sebut saja namanya Kambing.

Jadi, beberapa waktu yang lalu, aku mengajak si Kambing ini ke toko buku untuk beli referensi perkuliahan. Sebelumnya aku sudah bertanya pada teman sekelas berapa harga buku yang dimaksud dosen. Supaya nantinya aku tidak kaget dengan harga buku tebal itu.

Sesampainya di toko buku, aku tidak jadi beli buku itu karna harganya berbeda dengan harga yang disebutkan teman ku dan harganya itu memang sangat mahal. Akhirnya, uang pun kurang. :D. Bukan kejadian menyedihkan juga sih, karena setiap mahasiswa rantau apalagi di Ibukota yang serba mahal memang sering kejadian begitu.

Berlebihan nggak sih kalau aku merasa Semester ini tiba-tiba saja hampir semua mata kuliah membutuhkan buku pegangan yang membuat para anak kost agak "Ehm ehm..." Sepertinya Semester lalu aku tidak beli buku kuliah deh...

Setelah kecewa dengan Industri perbukuan karna tidak memberikan diskon untuk para pelajar yang memegang amanah UUD supaya jadi warga yang cerdas, hari ini aku sudah agak senyum-senyum lagi,

Karena temanku si Kambing itu ternyata mengirimi link E-book bahasa Inggris buku yang mau aku beli. Senyum-senyum dan menangis jadi satu karena terharu dengan perhatiannya mengirimkan link ebook buku yang ingin aku beli, dan menangis karena membaca buku filsafat dalam bahasa Inggris itu bukan hal yang mudah. Bahkan ada matakuliah tersendiri bernama "Kajian Teks Utama Pemikiran Sosial Politik" yang isinya adalah membaca Teks filsafat bahasa Inggris dan Arab khusus kajian2 filsafat yang menggunakan istilah2 khas filsafat.

Aku merasa, teman ku memaksaku untuk lebih pintar dalam membaca teks Inggris buku ini, sekaligus memberi motivasi untuk lebih berhemat supaya bisa beli buku teks bahasa Indonesianya. 
Makasih Kambing turut memaksa generasi bangsa agar jadi cerdas...

Ebook ini aku bagikan supaya teman2 yang lain juga bisa menikmati kebaikan si Kambing dalam mencerdaskan umat. 

Note : Yang merasa jadi tokoh kambing dilarang nulis komentar. 

KLIK UNTUK BACA EBOOK NYA

Selasa, 25 September 2012

Derp Tidak akan Pernah Berargumentasi dengan Derpina Lagi

Derp : Orang itu nyebelin banget sih! Dasar nggak punya Etika.
Derpina : Emang definisi etika apa? Kok bilang ngak punya etika?
Derp: Semua orang kan tahu tentang Etika. 
Derpina : Okay, kalau gitu, kamu tahu tentang etika kan karena semua orang tahu etika. Sekali lagi, apa definisi Etika?
Derp : Ya... Etika itu tuntunan moral.
Derpina : Emang Moral itu definisinya apa?
Derp : Kok masih nanya lagi?
Derpina: Jawab aja...
Derp : Sesuai dengan Humanisme
Derpina : Humanisme yang bagaimana?
Derp : Kenapa sih mesti dipertanyakan lagi humanisme nya?
Derpina : Lho, masalahnya, jangan2 definisi antara etika, moral, humanisme antara kamu dan orang yang mengecewakan kamu itu beda, jadi kalian nggak klop
Derp : Humanisme itu ya yang sifatnya kemanusiaan lah. Orang beretika itu harus jadi orang yang bermoral.
Derpina : Ada humanisme ala jaman Abad pertengahan. Ada juga yang humanisme  ala Filsafat Islam. Yang kamu maksud humanisme yang mana nih?
Derp : Kok kamu jadi jauh banget pembahasannya. Aku kan cuma minta dukungan kamu. 
Derpina : Aku kan cuma mempertanyakan, apa ketidaksukaanmu ke orang itu cukup mendasar sampai kamu sebut nggak beretika.
Derp: Jadi kamu nggak mau belain aku? Fine! Kenapa dulu kamu bela aku dan sekarang nggak? Kamu nggak konsisten!
Derpina : Aku konsisten bela sesuatu yang menurutku benar. Dan aku harus tau dalam hal ini kamu menempatkannya benar apa nggak.
Derp : Ah, sama kamu tu emang susah. Lagian, aku kan bukan orang yang belajar filsafat kayak kamu. Itu kan menurut pandanganmu aja bener atau salah.
Derpina : Sama kayak kamu.Itu menurut pandanganmu aja dia menyebalkan dan kamu jadi pemeran yang tidak menyebalkan. Ya kalau gitu, jangan harap minta pembenaran terus dari ku. 
Derp : Wtf...


#silahkan berkomentar bagi yang mengetahui untuk apa percakapan ini di buat. ^^

Minggu, 16 September 2012

Polemik berkepanjangan The Innocence of Muslim


Banyaknya reaksi atas Film The innocence of Muslim membuat dunia seolah memiliki musuh bersama, yaitu si pembuat film ini. Sebagian ada yang berpendapat bahwa Amerika dan Israel lah yang harus bertanggung jawab atas beredarnya Film ini. Umat dari berbagai Mazhab meneriakkan protes terhadap Amerika dan pembuat film ini. Kata the Hufftington post dot com, Google sang pemilik youtube telah mengabulkan permintaan Pemerintah Amerika untuk menutup akses Trailer film Innocence of Muslim ini di Negara mayoritas Islam seperti Indonesia, India, libya dan Mesir. Namun tetap saja, setiap hari ada banyak unggahan ulang di youtube tentang film ini. Beberapa channel yang menayangkan video ini pun hari ini gagal di akses di Indonesia, padahal kemarin (14/9) beberapa channel masih bisa di akses. Penutupan tersebut adalah untuk menghindari amukan muslim kepada Amerika atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Film ini disamping merugikan Islam karena menghina Nabi Muhammad, juga telah merugikan Pemerintah Amerika sendiri karena dibunuhnya dubes Amerika di Libya dan berbagai gelombang Anti Amerika di berbagai belahan di dunia. Atas dasar undang-undang kebebasan berekspresi, Pemerintah Amerika tidak dapat melarang pembuatan film ini. Hanya saja, sanksi sosial dari berbagai pihak pasti ada berupa tekanan pada pembuat film ini.


Protes Anti Amerika di Kashmir


Misalnya, seperti dikutip Tempo dot Co, Hillary Clinton pun menyebut "Kami tidak bisa menghentikan warga negara untuk berpendapat, betapa pun menjijikkan pendapat itu." Dalam Konferensi persnya saat proses pemakaman dubes beserta staf yang meninggal di Libya karena serangan atas reaksi dari film tersebut. Hillary juga bilang, "Islam seperti agama lainnya, menghargai martabat umat manusia." Dengan pernyataan tersebut kita bisa melihat bahwa pemerintah Amerika sendiri tidak senang dengan adanya film ini. 

Menurut Steve Klein, Sam Bacile yang tinggal di California ini bukan orang Israel maupun dari Yahudi. Ia mengataan pada the Atlantic bahwa Sam Bacile kemungkinan adalah orang Mesir karena Bacile punya saudara dari Mesir dan lancar berbahasa Arab. Bahkan hingga kini sebenarnya belum di ketahui pasti siapa nama asli Sam Bacile dan apa kewarganegaraannya. Tapi orang-orang akan tetap mengajukan protes ke kantor Kedubes Amerika. Bagaimanapun, Sam Bacile tinggal di California, sehingga membuat Amerika jadi bulan-bulanan demonstran Muslim yang mengecam film penistaan terhadap Rasulullah ini. Keterlibatan Amerika sebagai sebuah negara yang dihuni si pembuat film tak terhindarkan lagi. Orang sudah terlanjur menganggap film ini adalah suara Amerika.


Bukan hanya kaum muslim yang tidak suka dengan isi film. Aktris film ini pun shock dengan hasil editing film ini yang telah berganti dialog dan berbagai dubbing. Selama Syuting, masih dikutip dari Tempo dot co, Cindy Lee salah satu aktris bilang kalau Ia tidak tahu kalau film ini adalah tentang Nabi Muhammad, Karena selama syuting, pemeran utama bernama Master george yang berlatar belakang Mesir 2000 tahun lalu. 

Film ini konon di danai sekitar 100 orang yahudi. Kita tahu bahwa Yahudi (Mungkin yang dimaksud Zionist) punya kerajaan bisnis besar di seluruh dunia. Dengan dana dari 100 orang yahudi, seharusnya film ini bisa jadi film berkualitas tinggi minimal memiliki efek visual yang pantas untuk jadi film internasional. Kita tidak dapat membayangkan bahwa ada 100 Yahudi menggalang aksi "saweran" dengan uang receh untuk pembuatan film ini kan? Tapi nyatanya, film ini hanya tampak layaknya serial opera sabun yang minim teknologi dan dibuat dengan asal-asalan dan tanpa riset yang mendalam. Dengan kualitas film seperti itu, orang tidak akan repot-repot menontonnya ke Bioskop bahkan membelinya. Karena ada banyak film hollywood yang mengedepankan teknologi tinggi dan efek visual maksimal di sana yang lebih layak untuk di tonton. Film The Innocence of Muslim sebagai film telah gagal menampilkan kualitasnya.
Salah satu adegan Film The Innocence of Muslim

Sepertinya, selain bermotif ekonomi karena adanya sumbangan dana dari donatur, film ini juga bagian dari Islamophobia untuk memprovokasi dunia. Kita semua dibuat repot dengan adanya film yang trailernya hanya berdurasi 13 menit ini. Sebagai Pecinta Nabi Besar Muhammad SAW, kita pasti merasa terhina dengan adegan dan jalan cerita di dalam film tersebut. Namun, yang perlu di tekankan dalam menyikapi film ini, apakah demonstrasi di depan kedubes AS di seluruh dunia ini adalah hal yang sudah benar dilakukan? Mengingat pemerintah AS pun cenderung lepas tangan dan mengatakan bahwa mereka tidak ada kaitannya dengan film ini.

Kita pikir ulang, kenapa muslim dunia tidak marah ketika yang mencintai Nabi dimusuhi oleh yang mengaku menegakkan agama Nabi? Kenapa ketika Amanah Nabi untuk saling bersaudara sesama manusia diabaikan, seluruh dunia tidak bereaksi? Jika kita lalai mengemban amanahnya, apakah tiba-tiba kita dengan percaya diri melakukan aksi heroik membelanya padahal secara nyata kita membuatnya kecewa karena kita muslim dan kita belum jadi representasi kedamaian agama yang Beliau SAW sebarkan di muka bumi?

Apabila anda, masih berpegang pada hadist bahwa Nabi menikahi Aisyah ra pada usia 7 tahun, nabi bermuka masam, nabi melakukan kesalahan konyol karena Ia adalah manusia biasa yang sering salah dan lupa, maka sebagai muslim anda adalah salah satu orang yang membuat orang-orang non Muslim gagal menghormati Nabi besar Muhammad SAW. Karena berdasarkan riwayat Asma bin Abu Bakar, Nabi Menikah dengan Aisyah ra saat Aisyah umur 17 atau 18 tahun sehingga Nabi terhindar dari tindakan pedophilia. Terjemahan Quran Departemen agama juga mesti di reformasi karena disana tercantum yang bermuka masam adalah Nabi. Dan yang lebih penting, Hanya seorang Insan Sempurnalah yang dapat membawa agama yang telah di sempurnakan seperti tercantum dalam pidato haji wada', dengan kitab yang sempurna, dan dari Tuhan yang Maha Sempurna.

Namun, apapun pembelaan kita pada sosok Rasulullah, semoga Rasul menyambut kita karena Ia lah Rahmatallial 'alamin.

Kamis, 06 September 2012

Dear Tuhan....

Tuhan...
Maafkan aku yang masih bersedih atas apa yang menimpa diriku sendiri padahal aku sadar bahwa ada lebih banyak masalah besar yang menimpa saudaraku di luar sana

Tuhan...
Maafkan aku yang merasa kesepian atas hidup yang aku jalani padahal aku sadar bahwa engkau selalu menemani

Tuhan...
Maafkan aku yang merasa kekurangan dengan apa yang aku miliki padahal aku tahu bahwa ada banyak orang yang tidak punya apa-apa diluar sana

Tuhan...
Doaku sedikit, pemberianMu banyak
Ibadahku kecil, KasihMu melimpah
Perbuatan baikku sebentar, CintaMu selamanya
Maafkan aku...
Maafkan aku...
Maafkan aku...

Minggu, 02 September 2012

Hotel

Seorang Lelaki muda  tampan yang menjabat sebagai President di sebuah Hotel mewah jatuh cinta kepada gadis Pegawai negeri yang bekerja di Departemen Pariwisata. Dimulai dari insiden tidak menyenangkan, pura-pura jadi suami istri, bertengkar, dan akhirnya merencanakan menikah. Drama percintaan yang tidak begitu panjang bak sinetron Indonesia ini ada di Drama Korea berjudul "Lie to Me". 

Seperti kebanyakan drama Korea, pemeran utama tokoh lelaki di gambarkan sebagai lelaki  sempurna. Tampan, kaya, pintar, bijak dan romantis! Sebagai Presiden sebuah Hotel Mewah bernama World Hotel, sang Presiden (Hyeon Gi Jun) bisa melakukan apapun untuk menyenangkan hati wanita pujaan (Gong Ah Jong). Wanita nya juga cantik dan berkarakter unik seperti ceroboh, tulus dan cuek. Memang rata-rata tipikal drama korea begitu. Scene-scene romantis yang Mahal bertaburan di drama ini. Pikiran ngawurku melihat itu berfikir, apa ada di dunia ini bos Hotel yang Muda tampan dan belum menikah? Memang kalau udah nemu mau diapain coba?



Selain jalan cerita dan pemainnya, keunggulan drama Korea ini adalah sangat mempromosikan produk-produk Korea.World Hotel sendiri adalah Jaringan dari Lotte World yang tersebar di seluruh dunia. Tau Lotte Mart kan? Nah, jaringannya itu. Ada dialog yang menjelaskan tentang kekayaan World Hotel ini. Liat situsnya World Hotel deh. Selain mempromosikan World Hotel beserta produk-produknya, drama ini mempromosikan Samsung S3 yang super canggih dan Muaahhall itu. Hampir seluruh pemain menggunakan HP Samsung S3. Di banting-banting, di injek-injek, HP itu tetep aja mulus. Penggunaan HP Samsung S3 juga sangat krusial di drama yang dibintangi oleh Yoon Eun-hye ini. Setiap episode pasti melibatkan handphone yang dijuluki kembaran IPhone ini. 

Perabotan elektronik di rumah para pemeran dramanya juga merk Samsung semua. Landscape Kota Seoul yang modern juga ikut di sorot di bagian-bagian romantis. Drama ini juga menampilkan usaha Korea dalam mempromosikan Jeju Island di drama ini sebagai New 7 wonders saingannya Pulau Komodo. Keindahannya terekspose di dialog para pemain dan pemandangan dari atas. Korea benar-benar membangun image negara dengan baik lewat dunia entertaiment. Bagaimana kabar sinetron Indonesia???


Drama ini cukup merebut perhatianku liburan lalu karena tidak memiliki banyak pilihan untuk mencari hiburan murah di Solo. Liburan selalu membuatku tidak punya uang karena tidak bekerja -__-". Aku dapat drama ini karena secara tidak sengaja menyalin data milik tetangga kamar kostan yang penggemar film sebelum pulang ke Solo. Adanya drama ini membuatku cukup senang menghabiskan waktu liburan. Bahkan aku sering Rerun Drama ini lagi.

Oh iya, kalau yang penasaran sama drama ini, bisa di download di LINK INI (LIE TO ME DOWNLOAD).


Beberapa kali memang ada kesempatan bertemu dengan para bos hotel, tapi setelah aku amat-amati Bos Hotel yang aku kenal, sosok yang aku temui adalah bapak-bapak tua bermata sipit yang kulitnya sudah layu. Kalaupun Ia punya anak, si anak adalah tipe anak muda yang hura-hura karena sudah terbiasa berkecukupan. Hah... Hopeless.

Kita ganti scene dulu ke tanggal 30 Agustus kemarin.

Tanggal 30 Agustus lalu, aku mengunjungi Wedding Exhibition di Solo Grand Mall. Penting bagiku mengunjungi acara semacam ini karena usaha keluara di Solo adalah penyedia souvenir pernikahan. Memiliki hubungan baik dengan para Wedding Organizer dan segala atribut pendukungnya adalah salah satu cara tetap eksis di bisnis souvenir. 

Setelah bertanya-tanya di beberapa stand kue, gedung, dan baju pernikahan, sampailah kami (Aku, Mbak Himma dan Kak Hilda) di stand Solo Paragon. Solo Paragon ini adalah Resort, Hotel dan Mall baru di Solo, lokasinya di Kota Barat. Aku belum sempat ke sana. Tapi rupanya Mall baru ini jadi tempat rongkrongan Mbak Himma dan Kak Hilda sampai akhirnya kunjungan kita berhenti di Stand Solo Paragon.

Kita ngobrol dengan Marketing Solo Paragon yang Ramah dan Managernya. Mereka mempersilahkan kita mencicip snack dan minum yang di sediakan dan semua khas Solo Paragon. Aku juga sempat bertanya tentang kemungkinan kerjasama dan mereka menyambut baik hal itu. Karena mereka penyedia Layanan pernikahan juga, klop lah kalau ngobrol. Ada beberapa deal yang dirahasiakan untuk kepentingan bisnis juga. :)

Kenapa aku tertarik? Karena Paragon itu Hotel bintang 4 tapi Tarif wedding Package nya tidak begitu mahal. Karena menikah di rumah itu sangat repot dan capek. Biaya nya juga puluhan juta. Belum lagi kalau ada kesalahan teknis karena Human Error para panitia yang belum profesional. Tentu saja, menikah di Hotel itu salah satu pilihan yang bagus. Ada juga Hotel yang menawarkan biaya lebih murah. Belum banyak yang tahu, biaya menikah di Hotel relatif lebih hemat daripada resepsi di Rumah sebenarnya. 

Setelah ngobrol dengan Manager dan Marketingnya, aku jadi semakin mantap merintis bisnis ini. Wedding Organizer! Sedikitnya, aku sudah belajar membuat event. Tidak semua event yang aku handle sukses. Ada juga yang hancur. Tapi sudahlah... Aku harus mencari seseorang yang akan menikah untuk aku bantu urusan pernikahannya. Adakah? 




Normalnya, wanita single seperti ku (Bukan Jomblo. Baca perbedaannya disini : Beda Jomblo dan Single) biasanya langsung memimpikan indahnya pernikahan diri sendiri. Atau, keinginan untuk menikah lebih cepat. Masalah pernikahan, mungkin saat aku umur 24 atau 25. Sekarang masih 22 tahun. Bukan menunda, tapi memang belum ada calonnya. Pikiran tentang pernikahan diri sendiri hampir tidak terlintas kemarin. Di pikiranku, selain persoalan bisnis Wedding Organizer ini, aku pikir bagus juga kalau aku ingin.... PUNYA HOTEL!!!

Sejak menonton Drama Lie to Me ini aku jadi lebih lama memperhatikan Hotel. Selama ini aku hanya menginap, menikmati fasilitas mewah atau sekadar lewat hotel saja. Tapi aku mulai memikirkan bagaimana sebuah Hotel terbangun. Aku memikirkan kakeknya Paris Hilton juga yang mengawali karir perhotelannya dari pembuka pintu mobil di Hotel hingga bisa terbentuk Jaringan Hotel Hilton di seluruh dunia. Kalau aku punya hotel, berarti aku bisa menghandle banyak upacara pernikahan di sana. 

Pertanyaannya adalah, Harus Mulai Darimana? Apakah aku akan menemukan partner yang tiba-tiba bilang, "Ayo kita membangun Hotel bersama." . Atau tiba-tiba ada yang bilang, "Menikahlah dengan ku, karena aku akan membangun Hotel." Huft, aku paling takut di tuduh sebagai cewek Matre. Harus bagaimana ya? Kalau aku punya keinginan, aku harus berusaha dengan tanganku sendiri kan? Masak aku harus menunggu seorang kaya raya yang melamarku dan kemudian aku menyarankan hal-hal seperti. "Sayang.... Ayo bikin Hotel." Ah tidak! Aku bukan seorang yang seperti itu. 

Keinginan membangun hotel ini sangat terlintas di pikiran ku akhir-akhir ini. Sampai sekarang, di samping ku masih terjajar brosur Hotel-hotel yang menawarkan paket pernikahan. Aku mulai merencanakan banyak hal terkait proyek ini. Wedding organizer dan Hotel. Walau baru sebatas Ide, saat ini kemungkinan itu begitu real. 

Gila juga membagi keinginan di sini. Tapi sudahlah. Kita lihat saja nanti. Begitu lucu saat ini memikirkan itu karena aku pun belum punya rumah. Huh, sial... Tapi siapa tahu? Ada usulan mau kasih nama apa untuk Hotel Impian ku?